Tolak Cawagub PKS, Fraksi Hanura Malah Usulkan Boy Sadikin

Tolak Cawagub PKS, Fraksi Hanura Malah Usulkan Boy Sadikin
Boy Sadikin ( Foto: istimewa )
Lenny Tristia Tambun / FMB Kamis, 10 Januari 2019 | 19:54 WIB

Jakarta - Fraksi Hanura DPRD DKI menolak calon wakil gubernur (cawagub) yang diusulkan PKS dikarenakan tidak mengenal tiga kandidat cawagub tersebut. Fraksi ini malah mengusulkan anak mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin, yaitu Boy Bernadi Sadikin. Hal ini disampaikan anggota Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta, Muhammad Guntur.

Menurutnya, Gubernur DKI, Anies Baswedan membutuhkan wakil gubernur (Wagub) yang dapat membantunya membenahi Kota Jakarta. Bukan wagub yang tidak memiliki pengalaman dalam pemerintahan dan pembangunan sebuah kota.

"Kita ingin wagub yang bisa membantu Pak Anies membenahi Jakarta. Makanya Hanura meminta PKS dan Gerindra untuk mencari wagub alternatif yang dapat bekerja dengan track record yang baik, serta dapat diterima oleh seluruh fraksi di DPRD. Nama yang pas adalah Boy Sadikin," kata Guntur di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Kamis (10/1).

Diungkapkannya, Fraksi Hanura dan sebagian fraksi di DPRD dipastikan bulat memilih Boy dalam rapat paripurna pemilihan wagub. "Kita juga sudah berkomunikasi dengan pimpinan DPP Gerindra dan PKS agar mengusulkan nama Boy untuk solusi terbaik cawagub," ujarnya.

Sosok Boy Sadikin, tambahnya, dapat dipastikan bisa bekerja sama dengan Anies maupun anggota DPRD DKI. Boy sudah terbukti mumpuni dalam politik dan pengelolaan anggaran daerah. Karena selain ia merupakan anak seorang mantan Gubernur yang berhasil membangun Jakarta, ia juga pernah berkecimpung menjadi anggota DPRD DKI dibawah payung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Boy Sadikin dapat menjadi cawagub alternatif, mengingat kepiawaian beliau dalam dunia politik serta rekam jejak kariernya yang jauh dari hingar bingar kasus dugaan korupsi," paparnya.

Tidak hanya itu, figur Boy Sadikin juga mempunyai basis massa yang cukup mengakar karena sikapnya yang selalu memperjuangkan kepentingan rakyat kecil. Terbukti ketika dia berbeda pandangan dengan PDIP terkait dengan proyek reklamasi.

"Boy Sadikin memilih mundur dari PDIP pada September 2016 karena berbeda sikap terkait proyek reklamasi pantai utara Jakarta. Boy tegas menolak karena memperjuangkan keadilan untuk para nelayan dan warga pesisir pantai. Perjuangannya bukan untuk hasrat kerakusan, tetapi murni demi pembelaan terhadap rakyat kecil Jakarta yang tersakiti," terangnya.

Boy Sadikin juga menorehkan prestasi gemilang saat menjadi Ketua Tim Pemenangan yang berhasil mengantarkan Jokowi-Ahok sebagai Gubernur dan Wagub DKI di Pilgub 2012. Juga ia punya andil besar dalam kemenangan Anies-Sandi di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu.

Dengan sederet pengalaman yang dimiliki putra sulung Ali Sadikin itu, ungkapnya, Boy diyakini bisa membantu Anies dalam menjalankan roda Pemprov DKI.

"Anies juga akan sangat terbantu untuk menjalankan komunikasi dengan DPRD, karena seluruh fraksi menaruh hormat kepada Boy Sadikin," tuturnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE