Bawaslu Tak Temukan Pelanggaran Anies Berpose Dua Jari

Bawaslu Tak Temukan Pelanggaran Anies Berpose Dua Jari
Gubernur DKI Anies Baswedan. ( Foto: ANTARA FOTO )
Vento Saudale / WM Jumat, 11 Januari 2019 | 22:43 WIB

Bogor – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor menyatakan, dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak terbukti. Bawaslu menilai, pose Anies dengan dua jari bukan bentuk kampanye.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Bogor, Abdul Haris mengatakan, berdasarkan hasil analisa, kajian dan proses klarifikasi terhadap pelapor, terlapor dan saksi-saksi, pihaknya sulit membuktikan adanya dugaan tindak pidana pelanggaran pemilu.

Haris menjelaskan, Bawaslu Kabupaten Bogor mengambil kesimpulan, pertama, terhadap apa yang dilakukan oleh Anies sebagai terlapor yang dianggap melakukan tindakan pidana pemilu pada saat menghadiri acara konferensi nasional Partai Gerindra sulit untuk dibuktikan.

“Terhadap dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan oleh Anies sebagai Gubernur Jakarta, dianggap tidak memenuhi unsur ketentuan pidana dan tidak dapat melanjutkan ke proses selanjutnya,” lanjut Haris di kantor Bawaslu Kabupaten Bogor, Jumat (11/1).

Haris mengatakan, berdasarkan fakta-fakta dilapangan pihaknya mendapatkan bahwasanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak menyalahi aturan yang diatur dalam UU No 7/2017 tentang Pemilu.

Berdasarkan fakta-fakta di lapangan, lanjutnya, kegiatan konfernas merupakan kegiatan internal rutin Partai Gerindra. Kedua, Anies Baswedan diundang sebagai Gubernur DKI dan sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada Kemdagri bahwa yang bersangkutan ingin menghadiri konfernas tersebut.

“Terkait lambaian tangan, itu merupakan salam kemenangan tim sepak bola persija, salam literasi gemar membaca, serta simbol hubungan vertikal dan horizontal, jadi tidak dimaksudkan untuk mendukung paslon tertentu,” kata Haris.

Sebelumnya, Anies Baswedan dilaporkan Jaringan Advokat Pengawal NKRI (JAPRI) ke Badan Pengawas Pemilu RI terkait kasus dugaan pelanggaran pidana penyalahgunaan jabatan negara guna menguntungkan salah satu pasangan calon dalam pemilihan umum dan disangkakan melanggar Pasal 281 ayat (1) juncto Pasal 547 UU 7/2017 tentang Pemilu.

Anies ini ditengarai melakukan tindakan dugaan pelanggaran kampanye saat menghadiri Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, Bogor, yang terjadi pada awal Desember 2018. Dalam acara itu, Anies mengacungkan jarinya berbentuk dua jari yang menjadi simbol pasangan Capres-Cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE