Ini 8 Fakta Pembunuhan Siswi SMK
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini 8 Fakta Pembunuhan Siswi SMK

Selasa, 15 Januari 2019 | 17:41 WIB
Oleh : Vento Saudale / YUD

Bogor - Tepat sepekan berlalu, kasus penusukan siswi SMK bernama Andriana Yubelia Noven Cahya (18) hingga tewas di sebuah gang kecil di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, masih belum terungkap.

Kepolisian pun kesulitan untuk mengidentifikasi pelaku penusukan siswi kelas 12 tersebut. Padahal, aksi keji itu sempat terekam oleh kamera pengawas CCTV yang tepasang di sekitar lokasi kejadian.

Namun, hingga kini pihak kepolisian belum juga mendapatkan titik terang. Kali ini, Beritasatu.com mengulas kembali kronologi penusukan tersebut dan beberapa fakta yang berhasil dihimpun di lapangan.

1. Terekam Kamera CCTV

Aksi penusukan terhadap Noven itu berhasil terekam kamera pengawas CCTV yang tepasang tepat di sekitar lokasi kejadian pada Selasa 8 Januari 2019 lalu. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mondar-mandir sesaat sebelum penusukan terjadi.

Tidak lama kemudian, Noven yang diketahui baru saja pulang sekolah di SMK Baranangsiang terlihan turun menaiki anak tangga menuju ke arah pelaku. Setelah itu, pelaku yang mengenakan kaos tim sepak bola berwarna biru garis hitam dengan celana panjang hitam berjalan perlahan mendekati Noven.

Ketika berpapasan, pelaku langsung menusukkan senjata tajam yang dibawanya ke arah dada kiri Noven. Sontak, Noven terhuyung bersimbah darah dan pelaku berlari ke arah atas tangga.

"Tidak ada yang tahu jelas saat kejadian, karena memang sepi. Tapi dari rekaman CCTV pelaku terlihat seperti sudah menunggu korban, langsung nusuk terus kabur ke atas," kata salah satu warga, Deky.

2. Luka Tusuk Sedalam 22 Sentimeter

Luka tusuk yang dialami Noven membuatnya meninggal dunia saat akan mendapat perawatan di rumah sakit terdekat. Hasil visum sementara, diketahui korban mengalami luka tusuk senjata tajam sedalam 22 sentimeter dengan lebar 3 sentimeter di bagian dada kiri atau tepat di jantung Noven.

Bahkan, senjata tajam yang digunakan pelaku masih menancap di tubuh korban saat dibawa ke rumah sakit. Sementara, polisi berhasil menemukan sarung senjata tajam pelaku yang tertinggal di semak-semak.

"Hasil visum, korban meninggal dunia dengan luka tusuk senjata tajam sedalam 22 sentimeter dan lebar 3 sentimeter," ujar Kasubag Humas Polresta Bogor Kota, AKP Yuni Astuti.

3. Korban Diduga Sudah Diintai Pelaku

Pelaku penusukan Noven diduga sudah mengintai di sekitar indekos sehari sebelum kejadian. Hal itu dikatakan anak penjaga kos tempat korban tinggal bernama Roja Meylani Putri yang sempat melihat pria mirip dengan pelaku pada Senin 7 Januari 2019.

"Saya kan setiap hari kalau mau sekolah lewat gang itu. Senin kemarin, pas berangkat sama pulang sekolah lihat ada cowok itu. Kemarin juga sama lihat lagi," kata anak dari penjaga indekos, Roja Meylani Putri.

Roja pun meyakini bahwa pria tersebut memiliki ciri-ciri yang sama dengan pelaku penusukan dari hasil rekaman kamera pengawas CCTV di lokasi. Namun, ia mengaku tidak mengenal dengan sosok pria tersebut.

"Saya sudah lihat rekaman CCTV-nya, sama kaya cowok yang dari kemarin di gang. Pas tadi pagi saya ketemu cowok itu pakai baju sama seperti di CCTV (biru garis-garis hitam). Dia emang sengaja udah nungguin korban kayaknya," ungkap Roja.

4. Diduga Motif Penusukan Sakit Hati

Tim gabungan dari Polresta Bogor Kota, Polda Jawa Barat dan Mabes Polri diterjunkan untuk mengungkap kasus ini. Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser menduga bahwa kasus penusukan seperti ini pada umumnya bermotif sakit hati atau dendam.

Sedikit banyak sudah ada gambarannya, ini yang sedang kita dalami. Pada umumnya kasus seperti ini ada motif dendam atau sakit hati, korelasinya ke situ," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan motif dibalik pembunuhan sadis tersebut karena pelaku belum tertangkap. Timnya masih bekerja keras berupaya memburu penusuk siswi kelas 3 tersebut.

"Tapi kami belum bisa katakan secara pasti karena pelaku belum ketangkap, biar tim bekerja keras dengan segala cara, baru nanti diketahui motifnya. Tap secara umum motifnya dendam," jelas Hendri.

5. Korban Dikenal Pintar

Wali kelas sekaligus guru jahit korban, Endang Tri Astuti mengatakan gadis yang akrab disapa Noven itu dikenal aktif dan pintar karena selalu mendapatkan peringkat 3 Besar sejak duduk di bangku kelas 1.

"Dia anaknya pintar, selalu rangking 3 Besar dari kelas 1 jurusannya busana butik. Di kelas termasuk yang pintar lah," kata Endang, saat ditemui di RS PMI Kota Bogor.

Tidak hanya itu, Noven pun juga diketahui sebagai salah satu model fashion di sekolahnya. Kepintaran dan paras cantiknya membuat Noven banyak dikenal dan disukai oleh teman-temannya.

"Cantik, baik juga, ramah, suka membatu temannya, pintar terus dia juga model fesyen di sekolah. Ya jadi banyak di sukain di sekolah. Enggak nyangka dia jadi korban penusukan begini," ungkap Endang.

6. Baru putus hubungan

Dua hari sebelum kejadian, Noven sempat mencurahkan isi hati (curhat) kepada teman sekolah sekaligus teman kostnya bernama Vanessa Aurelia. Kepada Vanessa, Noven bercerita telah putus hubungan dengan pacarnya yang merupakan adik kelas di sekolah mereka bernama Jeremy.

"Hari Minggu sempet curhat ke aku, dia udah putus sama Jeremy. Alasannya enggak boleh pacaran dulu sama ayahnya," papar Vanessa.

Selepas putus, kedua remaja tersebut terlihat baik-baik saja, tidak rasa benci ataupun dendam. Bahkan, satu sama lain masih sering berkomunikasi. Noven juga pernah bercerita jika dia sedang dekat dengan seorang pria yang baru dikenal di Facebook.

"Mantan terakhirnya (Jeremy) juga masih kontak-kontakan sama saya. Setahu saya enggak ada yang aneh, mereka sudah putus tapi baik-baik aja. Kalau yang di Facebook itu, Noven belum pernah ketemu, cuma sekedar chattingan," ungkap Vanessa.

7. Sempat Muncul Pria Inisial S

Polresta Bogor Kota sempat mencurigai seorang pria berinisial S yang diduga menjadi pelaku penusukan Noven. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, tidak temukan indikasi bahwa pria tersebut menjadi pelaku.

"Ya betul (S) sudah diamankan, tapi bukan dia pelakunya, sedang dilakukan pendalaman," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser.

Pria tersebut, lanjut Hendri, memang sempat sebagai terduga pelaku dalam kasus pembunuhan Noven. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut kecil kemungkinan S sebagai terduga pelaku.

"Kita belum bisa juga katakan dia bukan pelaku, tapi saya katakan kemungkinan dia bukan pelakunya. Karena dari alibi yang dia lakukan, bukti-bukti yang didapat, saksi-saksi yang dihadirkan dia kemungkinan besar bukan dia pelakunya," jelas Hendri.

Hendri menambahkan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi untuk mencari pelaku. Tim dari Mabes Polri dan Polda Jawa Barat pun ikut membantu dalam kasus pembunuhan ini.

"Menangkap orang kan tidak mudah, apalagi kita minim bukti-bukti dan tidak ada saksi saat kejadian. Kami mohon masyarakat bersabar, ini masih dalam penyelidikan dan sampai saat ini kita masih belum dapat menangkap pelakunya," pungkas Hendri.

8. Sketsa Wajah Pelaku

Dalam waktu dekat, Polresta Bogor Kota akan menyebar sketsa wajah pelaku penusukan Noven. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah pihak kepolisian dalam mengungkap kasus ini.

"Dalam waktu dekat (sketsa wajah pelaku) akan kita sebar, karena masih dibuat," kata Kapolresta Bogor Kota

Hendri menambahkan, sudah sekitar 18 orang saksi yang diperiksa terkait kasus yang menewaskan siswi kelas 3 SMK tersebut. Kekininan, tim gabungan masih bekerja untuk dapat mengungkap kasus ini.

"Perekembangan yang signifikan belum ada, tim masih bekerja mencari berbagai kemungkinan. Ada hal-hal yang belum bisa disampaikan ke temen-temen. Proses masih terus berjalan," tutup Hendri.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Korsleting Listrik, Mobil Mewah Terbakar di Garasi Bengkel

Kemudian, sebanyak enam unit kendaraan dengan 24 personel pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

MEGAPOLITAN | 21 September 2021


Satgas Bogor Kesulitan Capai Target yang Diberikan Luhut karena Vaksinator Minim

Kini Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor memiliki 1.076 vaksinator, dan dalam waktu dekat ada tambahan sekitar 600 vaksinator.

MEGAPOLITAN | 21 September 2021

Siang Ini Jakarta Diguyur Hujan Ringan-Sedang

BMKG memprediksi pada hari Selasa (21/9/2021) ini wilayah DKI Jakarta akan cerah berawan hingga hujan sedang.

MEGAPOLITAN | 21 September 2021

Meskipun Diizinkan Masuk Mal, Wagub Riza Imbau Anak Usia di Bawah 12 Tahun Tetap di Rumah

Ahmad Riza Patria mengimbau agar anak-anak usai di bawah 12 tahun tetap berada di rumah, meskipun sudah diizinkan untuk masuk mal

MEGAPOLITAN | 21 September 2021

Tempat Pembuangan Sampah Liar Muncul Akibat PLTSa Terhambat Dibangun

Banyaknya tempat pembuangan sampah (TPS) liar di bantaran Kali Cisadane disebabkan terhambatnya proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

MEGAPOLITAN | 20 September 2021

Alumni SMA Negeri 8 Jakarta Kembali Gelar Sentra Vaksinasi Targetkan 1.500 Peserta

Upaya alumni Smandel ini tidak lain untuk ikut menyukseskan program pemerintah dalam vaksinasi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 20 September 2021

4.927 Peserta akan Berebut 122 Formasi CPNS di Kota Tangerang

Terdapat 4.927 orang pelamar mengikuti seleksi kompetensi dasar untuk memperebutkan 122 formasi CPNS Kota Tangerang.

MEGAPOLITAN | 20 September 2021

Pelonggaran PPKM Diharapkan Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Pelonggaran PPKM diharapkan akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

MEGAPOLITAN | 20 September 2021

Operasi Patuh Jaya, Satlantas Polrestro Bekasi Kota Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestro Bekasi Kota kembali menggiatkan sosialisasi tertib berlalu lintas.

MEGAPOLITAN | 20 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Satgas BLBI Sita Rp 775 Miliar Aset Kaharudin Ongko

Satgas BLBI Sita Rp 775 Miliar Aset Kaharudin Ongko

EKONOMI | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings