Anies Target Operasi Lintas Jaya Bisa Tingkatkan Kepatuhan 20%

Anies Target Operasi Lintas Jaya Bisa Tingkatkan Kepatuhan 20%
Kondisi lalu lintas di traffic light Trakindo, Jakarta Selatan, Selasa 1 Januari 2019. ( Foto: Twitter )
Lenny Tristia Tambun / JAS Senin, 11 Februari 2019 | 11:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Operasi Lintas Jaya 2019 yang mulai digelar hari ini, Senin (11/2), ditargetkan dapat meningkatkan kepatuhan berlalu lintas di jalan Ibu Kota mencapai 20 persen.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan Operasi Lintas Jaya yang dikerjakan bersama-sama dengan aparat Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, TNI dan Polri telah dilakukan setiap tahun. Pada tahun lalu, operasi ini berjalan dengan baik dan tingkat kepatuhan meningkat delapan persen.

“Kita berharap, di tahun ini, peningkatan kepatuhan lalu lintas juga akan lebih tinggi. Kalau delapan persen tahun lalu, mudah-mudahan sekarang bisa lebih tinggi lagi. Tadi Dishub DKI mentargetkan bisa naik 20 persen. Kita harap itu bisa tercapai,” kata Anies seusai memimpin Apel Operasi Lintas Jaya 2019 di Lapangan Eks Irti Monas, Jakarta Pusat, Senin (11/2).

Menurutnya menciptakan ketertiban berlalu lintas di Jakarta sangat penting, karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI ingin memberikan rasa aman dan keselamatan kepada warganya ketika beraktivitas di luar rumah.

“Risiko kecelakaan di jalan sangat tinggi akibat ketidakpatuhan pada rambu dan aturan lalu lintas. Dari mulai ketidakpatuhan pada ambang batas kecepatan, sampai ketidakpatuhan pada rambu-rambu lalu lintas. Karena itu ketertiban menjadi sangat penting karena ketertiban mengantarkan pada keselamatan. Kita ingin, semua warga dari rumah ke tempat tujuan dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat,” tutur Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menegaskan hanya ada satu kunci dalam urusan berlalu lintas di jalan raya, yaitu keselamatan. Kunci utama ini harus menjadi pegangan bagi para pengguna kendaraan bermotor, baik pribadi maupun umum.

Sedangkan kunci agar bisa menikmati rasa keselamatan itu, adalah ketaatan pada aturan lalu lintas. Terutama ketaatan pada kecepatan laju kendaraan bermotor. Biasanya, kendaraan bermotor yang melaju di atas ambang kecepatan, akan rawan menimbulkan kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa.

“Lalu soal ketaatan pada seluruh aturan yang ada. Tadi saya sampaikan kepada semua petugas untuk menjalankan Operasi Lintas Jaya 2019 ini dengan tegas, disiplin dan beradab, manusiawi serta persuasif. Karena ini menyangkut bukan saja ketertiban, tetapi juga perilaku,” tegas Anies.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Dishub DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko mengatakan sasaran dari Operasi Lintas Jaya ada dua. Pertama, lintasan kendaraan bermotor berdasarkan pantauan.

“Kita punya Unit Pengelola Sistem Lalu Lintas yang bisa memonitor di lintasan secara realtime. Juga memanfaatkan data-data seperti Google Maps dan Waze,” kata Sigit.

Kedua, pihaknya melaksanakan penertiban di terminal-terminal bus sebagai pusat dari operasi angkutan umum. “Ini menjadi salah satu sasaran kita, terkait dengan penertiban calo. Kemudian juga tarif, maupun kelengkapan administrasi dari penyelenggaraan angkutan umum itu sendiri,” ujar Sigit.

Untuk kegiatan Operasi Lintas Jaya 2019 ini, tambah Sigit, dilibatkan aparat gabungan dari TNI, Polri dan Dishub DKI. Dengan total jumlah personel mencapai 700 petugas.



Sumber: BeritaSatu.com