Bermodal Secangkir Kopi, Pelaku Bawa Kabur N-Max

Bermodal Secangkir Kopi, Pelaku Bawa Kabur N-Max
Yamaha N-Max ( Foto: Yamaha Indonesia )
Mikael Niman / HA Selasa, 12 Februari 2019 | 00:55 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Tersangka Marihot Simbolon (18) tak berkutik saat dibekuk anggota Reskrim Polsek Cikarang Selatan, Polrestro Bekasi. Tersangka ditangkap usai melakukan tindak pidana penipuan terhadap korban David Mahendra (21) dengan tujuan memiliki sepeda motor Yamaha N-Max B 4055 FPP milik korban.

‎"Tersangka berhasil mengelabui korban dan membawa kabur sepeda motornya," ujar Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Alin Kuncoro, Senin (11/2).

Dia menjelaskan, awal pengungkapan kasus bermula saat tersangka Marihot membelikan secangkir kopi kepada korban, yang sedang berjaga di pertokoan di wilayah Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (10/2).

David yang bertugas sebagai satpam setempat tidak mencurigai gelagat Marihot, lalu meminjamkan sepeda motornya seharga Rp 16 juta itu kepada tersangka. Tersangka beralasan, ingin membeli makanan dengan meminjan sepeda motor korban.

"Tersangka membelikan kopi dan mengobrol dengan korban. Tak lama, tersangka berpura-pura menawarkan makanan kepada korban dan kemudian meminjam sepeda motor korban. Tanpa curiga, korban memberikan kunci motornya kepada tersangka," tuturnya.

Antara tersangka dan korban sudah saling kenal dan sering bertemu sejak beberapa hari belakangan ini.

Setelah motornya tak juga dikembalikan, korban melaporkan perihal penipuan ini ke polisi dan Unit Reskrim Polsek Cikarang Selatan langsung melakukan penyelidikan.

Polisi berhasil melacak keberadaan tersangka berikut sepeda motor korban di kediamannya di daerah Sukatani, Kabupaten Bekasi.

Kepada polisi, tersangka mengaku telah menjual beberapa suku cadang sepeda motor korban, seperti kaca spion, pegangan belakang sepeda motor, termasuk jaket motor korban yang disimpan di dalam bagasi sepeda motor.

Berdasarkan pengakuan pelaku sudah melakukan kejahatan serupa sebanyak tiga kali di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Untuk memperanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan subsider Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman penjara di atas lima tahun.



Sumber: Suara Pembaruan