Tindakan PKS Umumkan Nama Cawagub Buat Gerindra Kecewa

Tindakan PKS Umumkan Nama Cawagub Buat Gerindra Kecewa
Panelis Tim Uji Kepatutan dan Kelayakan bersama pimpinan PKS dan Gerindra DKI memberikan keterangan seusai rapat koordinasi di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (23/1). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / CAH Selasa, 12 Februari 2019 | 10:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tindakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengumumkan nama dua calon wakil gubernur (cawagub) sebelum pertemuan pimpinan partai, dinilai Partai Gerindra telah mendahului kesepakatan. PKS dinilai kurang menghormati fatsun (etika) politik.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPD Gerindra DKI, Syarif, Selasa (12/2).

Ia mengatakan setelah rekomendasi tim panelis uji kepatutan dan kelayakan keluar, seharusnya dilakukan pertemuan antara pimpinan kedua partai politik. Untuk membahas dan meneliti hasil rekomendasi dari tim panelis. Setelah disepakati dua nama cawagub itu, baru diumumkan ke publik.

“Fatsun politik kita adalah pimpinan partai ketemu dulu, rembukan, membaca, meneliti dengan baik hasil rekomendasi tim panelis. Dan sekarang sudah sampai pada proses tim panelis sudah menyerahkan hasilnya kepada pimpinan partai. Kalau sudah mengumumkan begini tanpa ada pertemuan lagi, saya mengatakan PKS kurang menghormati fatsun politik,” kata Syarif.

Bahkan dirinya sendiri sebagai salah satu anggota panelis dilarang menyampaikan hasil rekomendasi uji kepatutan dan kelayakan. Meski pun dia termasuk salah satu pimpinan DPD Gerindra DKI.

Dijelaskannya, dalam rekomendasi tersebut, selain ada penilaian, juga ada catatan-catatan bagi masing-masing kandidat. Catatan-catatan tersebut harus dirembukkan bersama dengan kedua partai pengusung terlebih dahulu.

“Kalau saya ingin sampaikan, kalau saya ingin terbuka, kan jadi tidak produktif lagi. Karena misalnya saya mengetahui betul kandidat-kandidatnya itu. Saya sendiri ada di dalam panelis, juga dilarang menyampaikan hasil-hasilnya,” ujar Syarif.

Terkait pernyataan PKS yang mengatakan surat pengajuan dua nama cawagub tersebut hanya kurang tanda tangan Ketua DPD Gerindra DKI, M Taufik, Syarif mengatakan Taufik sendiri belum tahu hasil rekomendasinya.

Juga belum membaca hasil rekomendasi tersebut. Karena ia menunggu pertemuan dengan PKS untuk berdiskusi mengenai rekomendasi tersebut.

“Iya, saya paham. Tapi kan Pak Taufik belum tahu hasil rekomendasinya. Jadi harus ada diskusi dengan PKS lagi. Walaupun nanti di ujungnya kesepakatan itu tidak mengubah posisi dua nama. Tapi yang namanya fatsun politik harus dihormati. Yang pasti, kedua belah pihak tahu bobot kedua cawagub ini,” jelas Syarif.

Untuk itu PKS diminta untuk bersabar. Mendengar sudah ada pengumuman nama cawagub dari PKS, Syarief mengungkapkan Taufik langsung mengambil inisiatif menelepon PKS untuk mengagendakan pertemuan.

“Hari ini sudah ada rencana pertemuan dengan pimpinan PKS dan Gerindra. Pak Taufik yang minta ketemuan, segera diselesaikan. Insya Allah pekan ini akan diumumkan hasilnya sesudah pertemuan ini,” ungkap Syarief.



CLOSE