Komplotan Penjual Senpi Rakitan Dibekuk Polsek Bekasi Utara

Komplotan Penjual Senpi Rakitan Dibekuk Polsek Bekasi Utara
Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Dedi Nurhadi, memperlihatkan senpi rakitan dan softgun yang diperoleh dari komplotan penjual senpi ilegal di Mapolsek Bekasi Utara, 12 Februari 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / MPA Selasa, 12 Februari 2019 | 19:15 WIB

 

Bekasi, Beritasatu.com -Anggota Buser Polsek Bekasi Utara, Polrestro Bekasi Kota, menggulung komplotan penjual senjata api (senpi) rakitan dan air softgun, Sabtu (9/2) dini hari. Dua dari tiga pelaku dibekuk polisi saat hendak melakukan transaksi jual-beli senpi rakitan. Tak hanya itu, saat polisi menggeledah rumah pelaku ditemukan puluhan peluru aktif, satu pucuk softgun, sepucuk senpi pabrikan yang dimodifikasi serta sepeda motor milik pelaku.

"Kedua tersangka adalah Agus dan Daryanto serta satu orang yang berhasil kabur masuk dan DPO (daftar pencarian orang) yakni Aziz. Saat itu, mereka hendak menjual senjata api pabrikan jenis colt yang telah dimodifikasi oleh para pelaku," ujar Kapolsek Bekasi Utara, Kompol ‎Dedi Nurhadi, Selasa (12/2).

Dia menjelaskan, awal mula pengungkapan kasus penjualan sempi secara ilegal ini bermula ada informasi masyarakat akan ada transaksi jual-beli senpi pabrikan yang telah dimodifikasi (rakitan) di wilayah Kampung Irian, Kelurahan Telukpucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Sabtu (9/2) pukul 01.00 WIB.

Anggota Buser Polsek Bekasi Utara berpura-pura menjadi pembeli senpi tersebut. Dan sepakat bertemu di Kampung Irian, Telukpucung untuk membeli senpi rakitan seharga Rp 8 juta.

"Setelah kita gerebek di lokasi, memang didapati tiga orang pelaku yakni Agus, Daryanto dan Aziz yang kabur. Tersangka Agus dan Daryanto diperintahkan untuk menjual senjata api‎ oleh Aziz yang DPO," tuturnya.

Ketiga pelaku yang mengendarai satu sepeda motor Honda Beat bernomor polisi B 6522 ZIU, saat digeledah didapati senpi rakitan dengan peluru kaliber 38 mm sebanyak 12 butir yang ditaruh di bawah jok motor.

Kemudian, anggota Buser Polsek Bekasi Utara melakukan pengejaran terhadap Aziz hingga ke rumah kontrakannya di Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi namun pelaku Aziz tidak ada di kediamannya.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah kontrakan Aziz, ditemukan ‎sepucuk softgun dan peluru kaliber 9 mm buatan Pindad sebanyak 37 butir. Peluru tersebut masih aktif dan polisi juga masih menyelidiki asal muasal peluru aktif buatan Pindad ini.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa sepucuk senpi rakitan , sepucuk softgun jenis Bareta, 12 butir peluru kaliber 38 mm, 37 butir peluru kaliber 9 mm buatan Pindad serta satu sepeda motor Honda Beat B 6522 ZIU.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 1 UU Darurat‎ Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun.



CLOSE