Rute MRT Jakarta Akan Diperluas hingga Balaraja, Serpong, dan Cikarang

Rute MRT Jakarta Akan Diperluas hingga Balaraja, Serpong, dan Cikarang
Uji coba kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta rute Bundaran HI-Lebak Bulus di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, Senin 10 Desember 2018. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Lenny Tristia Tambun / WBP Sabtu, 23 Februari 2019 | 10:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) meminta Jakarta harus memiliki jalur Moda Raya Terpadu (MRT) sepanjang 200 kilometer (km). Untuk itu dalam jangka panjang, MRT Jakarta akan memiliki empat rute utama yang membentang mulai Lebak Bulus, Kampung Bandan, Serpong, Balaraja hingga Cikarang. Adapun saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang merampungkan pembangunan fisik MRT Fase I Koridor Utara-Selatan.

Saat ini, PT MRT Jakarta baru memiliki rencana pembangunan untuk dua koridor saja yakni, Koridor Utara-Selatan yang terbagi dua fase, dengan perincian Fase I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) sepanjang 15,7 km dan Fase II rute Bundaran HI-Kampung Bandan sepanjang 8,1 km. Total panjang jalur MRT di Koridor Utara-Selatan adalah 23,8 km.

Kemudian koridor kedua, Timur-Barat dengan jalur Cikarang-Balaraja sepanjang 87 km. Namun dikarenakan, program pembangunan MRT Koridor Timur-Barat ini dihapuskan dari program strategis nasional, maka Pemprov DKI akan membangun di wilayah Jakarta saja dulu yakni Kalideres, Jakarta Barat hingga Ujung Menteng, Jakarta Timur yang terbentang sepanjang 31 kilometer. Bila koridor Timur-Barat ini terwujud, maka dari tiga rute ini, Jakarta akan memiliki MRT yang baru beroperasi dengan jalur sepanjang 54,5 km.

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan pembangunan MRT Koridor Utara-Selatan Fase I dipastikan akan beroperasi secara komersial pada pekan terakhir Maret 2019. Ia belum bisa memastikan tanggalnya, karena masih menunggu penentuan tarif dari Gubernur DKI Jakarta.

Sementara, MRT Koridor Utara-Selatan Fase II, diharapkan dapat dimulai pada tahun ini dengan dilakukannya pembangunan gardu listrik di kawasan Monas. “Sekarang masih menunggu rekomendasi dari Sekretariat Negara (Setneg),” kata William, Sabtu (23/2/2019).

Untuk Fase II, ditargetkan akan selesai 2024 dan mulai beroperasi secara komersial pada 2025.

Setelah itu, PT MRT Jakarta berencana membangun MRT Koridor Timur-Barat sepanjang 87 kilometer. Untuk fase ini, trase akan terbentang mulai dari Balaraja di Provinsi Banten hingga Cikarang di Provinsi Jawa Barat. "Studi kita baru 31 kilometer. Jadi dalam waktu singkat katakanlah di akhir 2024 nanti kita sudah punya nih yang ini. Kalau nanti sudah punya 24 kilometer, dan 31 kilometer itu jadi, kira-kira akan jadi 55 kilometer," ujar William.

Selain ketiga rute ini, PT MRT Jakarta juga sedang menjajaki rencana pembangunan MRT ke wilayah Serpong, Tangerang Selatan mengingat banyak kawasan pemukiman di wilayah tersebut. Selain it, banyak warga Serpong yang bekerja di Jakarta.

William mengatakan rencana itu masih dalam tahap wacana. Saat ini sedang dijajaki kemungkinan pembangunan MRT dengan rute ke Serpong secara bisnis.

Dia juga belum bisa memprediksi biaya pembangunan, desain stasiun apakah layang atau bawah tanah semua hingga jalur yang bersinggungan dengan kereta api. “Belum tahu. Ini masih pada tahapan ide dan penyiapan konsep,” ujar William.

Ia menegaskan pembangunan MRT di wilayah Serpong tidak menjadi bagian dari rencana pembangunan MRT di Koridor I (Selatan-Utara), dengan rute Lebakbulus-Kampung Bandan dan Koridor II (Barat-Timur) dengan rute Balaraja-Cikarang. “Ini bukan bagian dari Koridor Timur-Barat ya,” tukas William.

Dengan disediakan MRT ke Serpong, akan membantu misi Pemprov DKI untuk menuntaskan masalah kemacetan di Jakarta. Apalagi saat ini, wilayah Serpong telah berkembang dengan munculnya kawasan pemukiman seperti, Alam Sutera, Bumi Serpong Damai (BSD) dan Gading Serpong dan sebagainya.



Sumber: BeritaSatu.com