Progres MRT Jakarta Sudah 99 %

Progres MRT Jakarta Sudah 99 %
MRT Fase I Lebak Bulus-Bundaran HI siap diuji coba akhir Desember 2018. MRT ini ditargetkan beroperasi penuh pertengahan Maret 2019.
Thresa Sandra Desfika / YUD Kamis, 28 Februari 2019 | 16:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT MRT Jakarta menyatakan progres pengerjaan konstruksi Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase 1 sudah mencapai 99,06 persen. Perincian pengerjaan konstruksi bawah tanah sebesar 99,08% dan struktur layang beserta depo 99,04 persen.

“Hari ini progresnya sudah 99,06 persen. Secara teknis dinyatakan MRT Jakarta siap beroperasi. Kami masuk ke fase full trial run dan kami siap uji coba," ucap Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Dia menambahkan, pekerjaan konstruksi yang belum selesai hanyalah beberapa titik entrance atau pintu masuk. "Kalau dilihat, misalnya di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI), contohnya, ada interior hampir selesai, tetapi di luar beberapa entrance ada yang harus diselesaikan," ujarnya.

William menyampaikan, pada 12-24 Maret 2019, pihaknya akan membuka uji coba MRT Jakarta fase 1 untuk publik secara terbatas. Dalam kegiatan ini, masyarakat yang berpartisipasi tidak akan dikenakan tarif. Adapun kuota masyarakat yang bisa ikut serta menaiki MRT pada masa uji coba itu akan meningkat secara bertahap, dari mulai 4.000 orang per hari sampai dengan 28.800 orang pada 24 Maret 2019. Apabila diakumulasikan, jumlah kuota yang disediakan PT MRT Jakarta selama masa uji coba publik itu sebanyak 285.600 orang.

Menurut William, untuk mengikuti uji coba ini, publik harus melakukan terlebih dahulu di situs PT MRT Jakarta. Hal ini guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat saat mengikuti uji coba MRT karena belum dikenakan biaya. “Semua stasiun nantinya dibuka untuk masa uji coba ini dan akan beroperasi dari pukul 08.00 pagi sampai dengan pukul 16.00,” terang William.

William menyebutkan, pengoperasian MRT Jakarta secara komersial ditaksir dilakukan antara tanggal 24-31 Maret 2019. Saat ini, proses perizinan dan sertifikasi masih terus berlangsung dan diperkirakan pada 15 Maret 2019, Kementerian Perhubungan (Kemhub) bisa mengeluarkan izin operasi penuh untuk MRT Jakarta senilai Rp 16,5 triliun ini.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim menjelaskan, pihaknya kini juga fokus untuk memperbaiki kondisi jalan raya di sekitar pembangunan MRT Jakarta lintas Lebak Bulus-Bundaran HI. “Jadi kami sedang fokus mengerjaan permukaan jalan supaya layak untuk dilintasi lagi sepanjang koridor MRT,” ungkap Silvia.

Lebih lanjut, Silvia menuturkan, pihaknya juga sudah menyiapkan skema penataan kawasan di sekitar stasiun MRT, baik stasiun bawah tanah maupun stasiun layang. Salah satu bentuk penataan adalah menyiapkan fasilitas park and ride yang terdekat dengan stasiun hingga menentukan lokasi untuk titik antar dan jemput penumpang ojek online.

“Kami bekerja sama dengan operator untuk menentukan lokasi pick up dan drop off di dekat stasiun. Jadi nanti tidak mangkal atau menunggu dekat stasiun yang dikhawatirkan mengganggu kelancaran lalu lintas dan kenyamanan penumpang,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com