Tahun Depan, Pasar Tradisional Bogor Bebas Kantong Plastik

Tahun Depan, Pasar Tradisional Bogor Bebas Kantong Plastik
Bima Arya Sugiarto. ( Foto: Antara )
Vento Saudale / CAH Sabtu, 2 Maret 2019 | 08:55 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menginginkan pasar tradiosional di Kota Bogor sudah tidak memakai kantong plastik 2020. Bima Arya menilai program Bogor Tanpa Kantong Plastik (Botak) di 24 pasar modern sejak Desember 2018 diklaimnya berhasil.

Hal itu dipaparkan Bima dalam sambutanya memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Botani squere, Kota Bogor, Jumat (1/3/2019). Ia menilai, sejak program Botak berjalan, menghasilkan penurunan angka volume sampah yang diangkut ke tempat akhir pembuangan sampah Galuga sekitar 50 ton perhari. Dari sebelumnya 650 ton menjadi 600 ton sampah yang diangkut.

"Saya minta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor mulai mengkaji untuk menerapkan pelarangan penggunaan kantong plastik di pasar tradiosional, Kota Bogor. Dari tiga pasar tradisional, dinas bisa menerapkan satu pasar dulu sebagai pilot project," kata Bima Arya Sugiarto.

Untuk itu, lanjut Bima, guna mempersiapkan lebih baik. DLH harus mulai dengan evaluasi secara menyeluruh program Botak sudah berjalan. Ia pun meminta, agar program yang sudah berjalan di 24 toko modern terus di evaluasi.

"Kita ingin tau bagaiman perbandingan sampah satu toko dengan toko lain dan bila ada yang masih melanggar sudah seharusnya diberikan sanksi," Bima menegaskan.

Ia melihat, program pengurangan sampah yang sudah diterapkan di Kota Bogor banyak diapresiasi berbagai pihak. Khususnya sudah ada beberapa invensor dari luar negeri tertarik untuk membantu mengolah sampah plastik menjadi energi terbaharukan seperti listrik.

"Kita sudah di depan dengan program pengurangan sampah. Ini harus menjadi momen agar Kota Bogor selangkah di depan dalam pengurangan sampah plastik," tambah Bima Arya Sugiarto.

Daerah lain

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendorong pemerintah daerah untuk segera menerapkan aturan pelarangan penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan dan ritel. Hal itu dikatakan Subdit Barang dan Kemasan Pengelolaan Sampah, Kementerian Hidup dan Kehutanan, Ujang Solihin.

“Aturan tersebut dinilai efektif mengurangi sampah plastik yang cukup mendominasi beban sampah di Indonesia,” katanya.

Kata dia, dari 20 daerah di Indonesia yang menerapkan aturan larangan penggunaan kantong plastik, saat ini baru tiga daerah yang efektif menjalankan aturan itu. Tiga daerah itu yakni, Banjarmasin, Balikpapan, dan Kota Bogor.

‘Di Jabar Kota Bogor hanya satu-satunya yang punya dan efektif. Bogor sudah jadi contoh, jadi tidak boleh mundur,” papar Ujang.

Kementerian pun berharap daerah lain dapat mulai mengaplikasikan aturan tersebut. Menurut Ujang, aturan pelarangan penggunaan kantong plastik cukup signifikan menekan sampah plastik.

Dia mencontohkan, berkat larangan penggunaan kantong plastik di Banjarmasain, kota tersebut dapat mengurangi sampah plastik sebanyak 52 juta lembar tiap bulannya. “Angka 52 juta itu luar biasa. Tidak perlu aturan lagi, karena sebetulnya aturan besarnya sudah ada di undang-undang. Peraturan pemerintahnya juga ada, daerah bisa buat aturan turunan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ujang pun meminta aturan itu juga bisa dipatuhi oleh perusahaan ritel. Pasalnya, sesuai peraturan yang ada, perusahaan ritel memang memiliki tanggung jawab untuk mengurangi sampah plastik.



Sumber: BeritaSatu.com