BNN Bekuk Pengedar Sabu dalam Kemasan Minuman Sachet

BNN Bekuk Pengedar Sabu dalam Kemasan Minuman Sachet
Narkotika dalam kemasan sachet. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / WBP Kamis, 14 Maret 2019 | 14:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara bersama jajaran TNI dan kepolisian membekuk dua tersangka pengedar narkotika jenis sabu dalam kemasan minuman sachet pada Rabu (12/3/2019) lalu. Tersangka yang merupakan sepasang kekasih itu diamankan di sebuah apartemen di wilayah Pademangan, Jakarta Utara dengan barang bukti 26 pack minuman sachet kemasan yang di dalamnya merupakan methamphetamine (sabu) dan benzoate seberat 477,88 gram.

"Produk ini didapatkan keduanya dari Malaysia," ujar Kepala BNNK Jakarta Utara Yuanita Amelia Sari di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Yuanita Amelia Sari menjelaskan para pelaku mendatangkan sabu dalam kemasan minuman sachet yang sudah dicetak rapi, meniru kemasan sachet aslinya dari Malaysia seharga Rp 600.000 per sachet. Sabu minuman sachet itu dijual di tempat hiburan malam dengan harga Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta per sachet. Satu sachetminuman kemasan dikatakan Yuanita dapat dikonsumsi 6-8 orang. "Mereka edarkan di salah satu tempat hiburan malam di kawasan Jakarta Barat," kata Yuanita Amelia Sari.

Yuanita Amelia Sari mengatakan, pihaknya masih mengembangkan jaringan yang lebih besar, karena yang memproduksi kemasan ini dari Malaysia meniru persis nomor izin BPOM. Perbedaannya secara fisik pada kemasan. Untuk minuman sachet palsu ada list bawahnya. "Secara kemasan produk minuman sachet yang mereka produksi ada perbedaan warna. Isi butirannya lebih berwarna oranye gelap," ungkap Yuanita Amelia Sari.

Dari kedua tersangka, BNN juga mendapatkan ekstasi model baru yang disebut 'pink monkey' yang memiliki bahan berkualitas bagus sehingga berefek lebih dahsyat dibandingkan ekstasi biasanya.

Kasie Brantas BNNK Jakarta Utara Putu Darmawan mengatakan modus peredaran sabu kedua tersangka tergolong baru karena sabu dicampur dengan isi sachet minuman serbuk untuk mengelabui petugas.

Dari penggeledahan di apartemen, didapatkan barang bukti berupa 26 pack minuman sachet palsu rasa jus Mangga seberat 477,88 gram yang bisa disebut happy water (cara pemakaian diseduh dengan air), 18 butir ekstasi jenis pink monkey seberat 9,94 gram, satu paket serbuk putih berisi gabungan morphine, amphetamine, dan methamphetamine seberat 0,74 gram.

Selain itu, satu paket berisi serbuk kekuningan mengandung benzoate seberat 0,58 gram, dua paket berisi methamphetamine seberat 0,1 gram, 21 butir pil happy five seberat 4,74 gram, satu paket ketamine seberat 0,1 gram, satu timbangan digital dan tiga pak plastik klip.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) junto pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.



Sumber: Suara Pembaruan