Debat Cawapres, Polisi: Tidak Ada Pengalihan Arus

Debat Cawapres, Polisi: Tidak Ada Pengalihan Arus
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) saling memberi salam seusai debat capres 2019 disaksikan moderator di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao / SP/Joanito De Saojoao )
/ YUD Jumat, 15 Maret 2019 | 20:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyatakan tidak akan ada penutupan dan pengalihan arus lalu lintas saat debat calon wakil presiden di Hotel Sultan, Jakarta, pada Minggu (17/3/2019).

"Untuk rekayasa arus lalu lintas di Hotel Sultan saat debat besok, tidak ada penutupan dan pengalihan arus sehingga pemberlakuan lalu lintas akan normal," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf, saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (15/3/2019) petang.

Pemberlakuan ini, kata Yusuf, sama dengan rekayasa saat debat calon presiden sebelumnya pada 17 Februari 2019 lalu di lokasi yang sama dengan pertimbangan jalur di sekitar lokasi yang memiki tingkat kepadatan yang tinggi.

Untuk jumlah personel, Ditlantas Polda Metro Jaya menurunkan sebanyak 614 personilnya untuk turut serta mengamankan jalannya debat yang akan mempertemukan KH Maruf Amin dan Sandiaga Uno tersebut.

"Petugas yang diturunkan hanya untuk pengaturan arus lalu lintas saja. Sedangkan untuk rekayasa hanya dilaksanakan normal seperti yang disebut sebelumnya," ucap Yusuf menambahkan.

Berdasarkan data dari Ditlantas, untuk akses keluar masuk ke lokasi debat akan berada di lokasi pintu 1, 2, 3 (VVIP), 4, 6 dan 7 sementara pintu 5 ditutup seluruhnya.

Selain di Hotel Semanggi, kawasan Gelora Bung Karno (GBK) juga diberdayakan untuk lokasi parkir dengan kapasitas 2.000 kendaraan pendukung kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Adapun pintu keluar masuk yang disiapkan adalah pintu 10 dan 8 untuk massa paslon 01 serta pintu 5 dan 7 untuk massa paslon 02.

"Lokasi parkir akan dipisah. Setiap pintu akan ditempatkan petugas juga," ujar Yusuf menambahkan.

Sementar itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, menyebut akan ada sekitar 5.000 personel untuk mengamankan jalannya debat yang berasal dari unsur Kepolisian, TNI dan Pemprov DKI Jakarta.

Lebih jauh, Argo menyebut, guna mengantisipasi insiden yang tak diinginkan terjadi seperti pada debat sebelumnya yang terdapat ledakan besar petasan di lokasi nonton bareng, pihaknya mengimbau masyarakat agar tertib aturan jika ingin berkunjung ke tempat debat.

"Kami mengharapkan masyarakat ikut serta menciptakan suasana kondusif, ikut berpatisipasi acara kegiatan berlangsung lancar. Dari Intelijen dan Densus melakukan kegiatan sendiri-sendiri," tuturnya.

Diketahui, KPU akan menggelar debat Pilpres 2019 ketiga yang bakal digelar di Hotel Sultan pada Minggu (17/3) mendatang. Dalam debat kali ini, Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amien bakal menghadapi pesaingnya, Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Terkait debat ini, KPU mengangkat tema tentang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.



Sumber: ANTARA