PT Transjakarta Minati Bus Bertenaga Listrik

PT Transjakarta Minati Bus Bertenaga Listrik
Bus listrik buatan perusahaan Tiongkok Build Your Dreams (BYD). ( Foto: BYD )
Lenny Tristia Tambun / MPA Kamis, 21 Maret 2019 | 20:18 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Tidak puas hanya memiliki armada bus berbahan bakar gas (BBG), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai melirik pembuatan bus bertenagakan listrik.

Karena itu, PT Transjakarta melakukan penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding - MoU) dengan tiga perusahaan, yakni BYD, MAB dan RAC-Danfoss dan satu lembaga pendidikan, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Penandatangan nota kesepahaman ini merupakan komitmen para penyedia, bahwa mereka bersedia diseleksi dalam penyediaan bus listrik dan dilakukan ujicoba.

Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono mengatakan, pihaknya mendapatkan instruksikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk mengkaji bus listrik. Bahkan menyiapkan uji coba di tahun 2019.

“Sesuai arahan tersebut, Transjakarta mengkaji sesuai instruksi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan uji coba bus listrik melalui komitmen dengan para penyedia yang bersedia diseleksi yang tertuang dalam nota kesepahaman bersama,” kata Agung di Kemayoran, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Ia menambahkan, pihaknya juga meminta kepada penyedia untuk bekerja sama dengan operator serta agen tunggal pemegang merk (ATPM) untuk perawatan dan pemeliharaan. Ditargetkan Mei akan mulai dilakukan uji coba.

"Untuk mengisi batere bus dibutuhkan waktu empat jam dan jarak 200 kilometer yang ditempuh. Untuk pengisian ada didua lokasi di Kelapa Gading dan Pulogadung," tuturnya.

Agung menjelaskan kelebihan dari bus listrik yakni zero emisi, ramah lingkungan serta biaya perawatan dan operasional lebih rendah. Sehingga dalam jangka panjang biaya pengelolaan lebih rendah, walaupun harga awal lebih tinggi.

"Tahap awal, Pak Gubernur menginginkan 10 armada bus listrik, tetapi kami ingin semua bus memenuhi syarat. Saat ini baru tiga unit tipe bus low entry yang tersedia," ujar Agung.

Untuk tipe low entry ini, akan dioperasikan dari Bundaran Senayan ke Monas. Ini dilakukan sesuai dengan pesan Gubernur DKI, agar armada bus listrik ini dioperasikan di kawasan yang menjadi kesadaran publik.

Karena itu, ia mengharapkan kedepan penyedia juga menyiapkan bus reguler, sehingga bisa digunakan dikoridor Transjakarta.

Dalam penyelenggaraan BusWorld Southeast Asia di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Transjakarta menghadirkan dua contoh bus listrik. "Yang satu dari BYD, yang sudah teruji di 50 negara dan salah satunya di kota Shenzhen yang sudah 100% menggunakan bus listrik sebanyak 16.000 unit. Satunya lagi dari MAB, hasil kreasi inovasi anak bangsa yang harus terus dikembangkan dan diperkuat untuk membangun kapasitas nasional," ungkapnya.

Agung menambahkan TransJakarta tetap terbuka untuk penyedia bus listrik yang ujicoba selama memenuhi syarat untuk kondisi operasional TransJakarta. Bekerja sama dengan para operator, dan memiliki kesiapan kemitraan dengan APM untuk penyiapan infrastruktur dan pemeliharaan.



Sumber: BeritaSatu.com