MRT Masih Gratis hingga 31 Maret

MRT Masih Gratis hingga 31 Maret
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dua kanan) Menko PMK Puan Maharani (kiri) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan), memberikan keterangan pers saat mencoba moda transportasi MRT dari Stasiun Bundaran HI-Lebak Bulus-Bundaran HI di Jakarta, Selasa 19 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Lenny Tristia Tambun / BW Sabtu, 23 Maret 2019 | 00:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Mass Rapid Transit Jakarta masih menggratiskan moda raya terpadu (MRT) hingga 31 Maret mendatang.

Direktur Keuangan PT MRT Jakarta, Tuhiyat membenarkan kabar gembira tersebut. “Tenang. Masih gratis sampai tanggal 31 Maret. Nanti baru bayar pada 1 April,” kata Tuhiyat di Kantor PT MRT Jakarta, Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2019).

Bila selama dua pekan uji coba publik calon penumpang menunjukkan barcode tiket yang telah dipesan melalui www.ayomrtj.com atau menunjukkan KTP dan identitas lainnya, maka dari 25-31 Maret 2019, calon penumpang harus membeli Kartu Jelajah.

Kartu ini merupakan kartu tiket elektronik yang dikeluarkan oleh PT MRT Jakarta. Harga kartu dibanderol Rp 15.000. Penumpang tinggal pilih saja, mau yang single trip atau multitrip.

“Jadi beli saja Kartu Jelajah. Saat menggunakan kartu itu, ketika di tap ke gate tiket, saldonya tidak akan terpotong, karena masih kita gratiskan dari 25 sampai 31 Maret,” ujar Tuhiyat.

Menurut Tuhiyat, membeli Kartu Jelajah sangat mudah. Calon penumpang bisa langsung ke loket tiket atau ke vending machine yang telah disediakan di 13 stasiun MRT.

Hal senada juga diungkapkan Gubernur DKI, Anies Baswedan. Ia memastikan, meski telah diresmikan, MRT Jakarta masih gratis untuk publik. Kendati masih gratis, pengoperasian MRT tersebut bukan lagi dalam fase uji coba publik atau trial run.

"Itu pengoperasian nonkomersial, artinya warga bisa menaiki dan cuma-cuma," kata Anies saat menghadiri Musrenbang di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jumat (22/3/2019).

Keputusannya menggratiskan MRT hingga akhir bulan ini dikarenakan belum putusnya besaran tarif di meja DPRD DKI. Penyebabnya, DPRD belum menyetujui besaran subsidi yang diusulkan tim penentu tarif Pemprov DKI.

Meski demikian, mantan Menteri Pendidikan itu mengatakan, tim penentu tarif akan kembali menghadiri rapat pimpinan gabungan yang digelar DPRD DKI, Senin (25/3/2019) mendatang. Dalam rapat tersebut Anies Baswedan memastikan tarif MRT akan disepakati dan ditetapkan.

Untuk kisaran besaran tarif MRT, Anies Baswedan menyatakan seperti sebelumnya. Saat beroperasi secara komersial tiap penumpang akan dihitung Rp 1.000 per kilometer.

Artinya, tiap penumpang bisa dikenakan tarif sebesar Rp15.000 lebih per perjalanan MRT dari Lebak Bulus-Bundaran-HI karena memiliki panjang lintasan 15,7 kilometer.

Ia meyakini skema tersebut dapat menjadi jalan tengah atas keberatan DPRD DKI yang sebelumnya berpendapat adanya pemborosan pada usulan subsidi yang diusulkan.

Tim perumusan tarif Pemprov DKI mengusulkan alokasi subsidi sebesar Rp 672 miliar ke DPRD DKI untuk tarif MRT dalam sembilan bulan ke depan.

Usulan tersebut untuk menjangkau nilai subsidi sebesar Rp 21.659 per penumpang. Dengan subsidi tersebut, tiap penumpang akan dikenai tarif Rp 10.000. Pemprov mengestimasikan sebanyak 65.000 penumpang MRT per hari.



Sumber: Suara Pembaruan