Anies Disoraki Warga Saat Ucapkan Terima Kasih ke Gubernur Pendahulu

Anies Disoraki Warga Saat Ucapkan Terima Kasih ke Gubernur Pendahulu
Gubernur DKI, Anies Baswedan memberikan sambutan dalam Peresmian MRT Jakarta di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019). ( Foto: Beritasatu.com / Lenny T Tambun )
Lenny Tristia Tambun / CAH Minggu, 24 Maret 2019 | 10:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam peresmian Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta yang digelar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Gubernur DKI, Anies Baswedan menyampaikan terima kasih kepada Gubernur DKI pendahulunya.

"Terima kasih saya sampaikan kepada para Gubernur Jakarta yang telah ikut mengawal dan mendorong proses pembangunan MRT dalam masa periode saya. Para Gubernur pendahulu saya, yaitu Gubernur Sutiyoso Gubernur Fauzi Bowo, Gubernur Joko Widodo, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, dan Gubernur Djarot Saiful Hidayat,” kata Anies Baswedan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019).

Saat mengucapkan terima kasih kepada mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama, ribuan warga yang hadir langsung menyoraki Anies Baswedan.

Mereka kemudian meneriakkan nama Basuki Tjahaja Purnama. Hal itu sempat membuat Anies Baswedan terdiam. Kemudian Anies Baswedan melanjutkan ucapan terima kasihnya kepada Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat.

Tak lupa, Anies Baswedan juga mengucapkan terimakasihnya kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang turut mendukung pembangunan MRT hingga rampung dan dapat beroperasi resmi hari ini.

“Terima kasih pula kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Bapak Presiden dan Wakil Presiden serta para menteri selama proses perancangan dan pembangunan yang ikut terlibat mendukung dan mendorong terwujudnya moda raya terpadu,” ujar Anies Baswedan.

Selain Presiden Joko Widodo atau Jokowi, peresmian MRT Jakarta juga tampak Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dan pejabat lainnya.

Sebelumnya, MRT Jakarta membuka uji coba publik mulai 12-23 Maret 2019. Lintasan sepanjang 16 kilometer itu melawati sebanyak 13 stasiun.

Ke-13 stasiun itu terdiri dari tujuh stasiun lang yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Enam stasiun bawahnya yakni Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas serta Bundaran HI.

Pemprov DKI Jakarta telah mengajukan tarif sebesar Rp 10 ribu untuk 10 kilometer ke DPRD DKI Jakarta.



Sumber: BeritaSatu.com