Polisi Dalami Jaringan Kasus Skimming Ramyadjie Priambodo

Polisi Dalami Jaringan Kasus Skimming Ramyadjie Priambodo
Ilustrasi pembobolan ATM. ( Foto: istimewa / istimewa )
Bayu Marhaenjati / JAS Minggu, 24 Maret 2019 | 20:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi sedang mendalami kelompok atau jaringan tersangka Ramyadjie Priambodo, terkait kasus dugaan pembobolan data nasabah bank dengan modus skimming, di mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

"Ya betul, sedang didalami jaringannya," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Minggu (24/3/2019).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan diduga Ramyadjie tidak sendirian dalam menjalankan aksinya.

"Bisa kelompok dan perorangan, memang itu harus diselidiki. Memang kadang-kadang ada orang mau main aman, main sendiri. Namun agak susah kalau main sendiri," ungkap Heru.

Heru menyampaikan, pelaku kasus skimming bukan hanya orang Indonesia, tetapi juga orang luar negeri secara berkelompok dalam jaringan internasional dengan sasaran Indonesia atau negara lain.

"Memang dia keliling dunia mainnya seperti itu. Jadi, ada yang perorangan dan ada yang berkelompok mafia internasional. Pemainnya sudah banyak, kalau kita lihat ada juga warga negara asing ditangkap," katanya.

Menurutnya, kasus skimming merupakan kejahatan yang tujuan utamanya mencuri atau mendapatkan uang secara ilegal.

"Ya ini kejahatan kriminal, utamanya untuk mendapatkan uang. Memang tidak mudah juga, tapi kan mendapatkan uang secara tidak sah, secara ilegal, pencurian,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ramyadjie ditangkap terkait kasus pembobolan ATM dengan modus skimming, di apartemennya, di kawasan Jenderal Sudirman, Kabayoran Baru, Jakarta Selatan, 26 Februari lalu. Polisi membekuknya, setelah melakukan penyelidikan terkait laporan salah satu bank yang menjadi korban pembobolan data atau rekening nasabah.

Penyidik juga menyita barang bukti satu mesin ATM (offline), kartu ATM polos berisi data nasabah, kartu ATM salah satu bank, serta laptop ketika melakukan penggeledahan di rumah tersangka, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.



Sumber: BeritaSatu.com