Penumpang MRT Sudah Lampaui 65.000 Orang Per Hari

Penumpang MRT Sudah Lampaui 65.000 Orang Per Hari
Jajal MRT, warga menunggu pintu Shelter MRT Bendungan Hilir dibuka. ( Foto: Beritasatu.com / Bayu Marhaenjati )
Lenny Tristia Tambun / YUD Sabtu, 30 Maret 2019 | 10:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Animo masyarakat menggunakan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta ternyata cukup tinggi. Tarif yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan DPRD DKI sebesar Rp 3.000 hingga Rp 14.000 ternyata tidak mengganggu warga menjajal MRT.

Apalagi, masyarakat masih dapat menggunakan MRT secara gratis sejak Senin (25/3/2019) hingga Minggu (31/3/2019). Mulai tanggal 1 April 2019, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan memberlakukan tarif berdasarkan jarak stasiun.

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, William P Sabandar mengatakan penetapan tarif MRT masih belum berpengaruh pada keinginan warga yang berbondong-bondong menjajal naik MRT.

Meski saat ini, pola penggunaan MRT Jakarta di masa gratis selama satu pekan ini belum terlihat secara pasti. Tetapi pihaknya sudah melihat polanya, untuk Senin sampai Jumat, MRT digunakan oleh orang-orang yang menggunakannya untuk kebutuhan perjalanan. Sedangkan Sabtu dan Minggu digunakan untuk orang-orang yang sekedar ingin mengunjungi stasiun dan mencoba naik MRT Jakarta.

“Saya sangat optimistis, bahwa ini adalah gambaran saat operasi,” kata William Sabandar, Sabtu (30/3/2019).

Ia juga sangat optimistis dengan penetapan tarif yang bervariasi berdasarkan jarak stasiun ini tidak akan mempengaruhi jumlah penumpang. Bahkan, target jumlah penumpang di awal pengoperasian MRT Jakarta sebanyak 65 ribu penumpang akan terlampaui.

“Dalam survei yang telah kita lakukan, tarif bukan tujuan utama orang naik MRT. Sebanyak 51 persen orang mengatakan naik MRT karena tepat waktu. Kemudian sekitar 20 persen naik MRT karena kenyamana. Dan 10 persen karena integrasi. Hanya delapan persen yang berbicara sial tarif,” terang William.

Kalau dilihat dari willingness to pay (WTP), tarif MRT yang ditetapkan oleh Pemprov bersama DPRD DKI, justru diapresiasi masyarakat. Karena kalau mereka menempuh perjalanan naik ojek online, atau taksi, harganya jauh lebih mahal dari naik MRT.

“Memang dengan tarif yang diputuskan pemerintah by distance (jarak), ternyata masyarakat mengapresiasinya,” tutur William.

Animo masyarakat yang begitu tinggi, telah membuat target jumlah penumpang MRT Jakarta pada awal beroperasi sebanyak 65 ribu telah terlampui pada hari kedua pekan ini. Berdasarkan data PT MRT Jakarta, pada hari pertama, Senin (25/3/2019), jumlah penumpang mencapai 44.407 orang.

Pada hari kedua, Selasa (26/3/2019), penumpang melonjak naik mencapai 95.466 orang. Hari ketiga, Rabu (27/3/2019) menurun sedikit mencapai 92.711 orang. Pada hari keempat, Kamis (28/3/2019), jumlah penumpang sudah mencapai 99.600 orang.

“Jadi total penumpang dalam empat hari selama masih digratiskan satu pekan ini sudah mencapai 332.184 orang,” ungkap William Sabandar.

Melihat data tersebut, William optimistis jumlah penumpang MRT akan tembus hingga 130 ribu orang pada akhir pekan ini. Sebab, target 65 ribu penumpang per hari telah terlewati selama tiga hari terakhir di operasional gratis ini. "Antusias warga cukup tinggi yang mau naik MRT," papar William.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT MRT Jakarta, Tuhiyat mengatakan untuk jumlah penumpang, pihaknya merencanakan 130 ribu orang per hari. Namun, target tersebut tidak akan tercapai pada tahun pertama operasi.

“Jadi untuk tahun ini, kami merencanakan jumlah penumpang 65 ribu orang per hari, dengan masa operasi komersial di tahun pertama selama sembilan bulan. Lalu tahun kedua, menjadi 91 ribu per hari, pada tahun ketiga meningkat menjadi 117 ribu orang per hari dan tahun keempat baru mencapai 130 ribu per hari,” kata Tuhiyat.



Sumber: BeritaSatu.com