Ratna Sebut Kesaksian Nanik Deyang soal Izin Unggah Foto Bohong

Ratna Sebut Kesaksian Nanik Deyang soal Izin Unggah Foto Bohong
Sidang lanjutan kasus berita bohong alias hoax, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 2 April 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / CAH Selasa, 2 April 2019 | 21:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU), menghadirkan saksi Nanik S Deyang, dalam sidang lanjutan kasus berita bohong alias hoax, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019) hari ini. Pada persidangan, Nanik sempat menyebutkan, kalau Fadli Zon dan dirinya sempat meminta izin kepada Ratna untuk mengunggah fotonya (foto Fadli Zon bersama Ratna dalam pertemuan di Nusantara Polo Club) ke media sosial.

Merespons hal itu, Ratna menegaskan tidak pernah memberikan izin kepada Fadli Zon dan Nanik untuk mengunggah foto itu di media sosial. Sehingga, menurutnya keterangan Nanik di persidangan adalah bohong.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, pada akhir persidangan, Ketua Majelis Hakim Joni, memberikan kesempatan kepada Ratna untuk menanggapi kesaksian yang sudah disampaikan Nanik di muka persidangan.

"Bagaimana tanggapan saudara atas kesaksiannya?" tanya Joni kepada Ratna.

Ratna kemudian menyampaikan, kesaksian Nanik dalam persidangan bohong. "Selama 6 bulan saya merasa dihukum. Baru hari ini saya bersyukur karena ada yang lebih jahat, dia (Nanik) berbohong," kata Ratna.

Joni kembali menanyakan, di mana letak kebohongan Nanik. "Yang mana yang bohong?"

"Dia berbohong. Hampir semua. Ada tiga hal yang sangat prinsip. Fadli Zon tidak ketemu saya dalam kontek seperti itu, dan Fadli Zon itu datang terakhir. Tidak ada momen kita berkumpul, terus yang satu begini, yang satu begini (minta izin). Itu terlalu cerdas bohongnya. Itu tidak benar," jelas Ratna.

Ratna melanjutkan, kebohongan lainnya adalah ketika Nanik menyebutkan, dirinya memberikan izin untuk mengunggah fotonya di media sosial Facebook.

"Saya juga perlu ingatkan itu BAP (sudah) dicoret kok kenapa muncul lagi. Dia bilang saya kasih izin untuk dia mengupload Facebook padahal itu tidak ada. Tidak mungkin saya izinkan melakukan itu, dia bilang saja nggak. Sebenarnya terlalu banyak bunga-bunga saja. Jadi sangat dramatis, seolah dia jadi pembelanya Prabowo yang luar biasa. Saya hanya mau mengatakan bahwa itu bohong," katanya.

Ratna menegaskan, dirinya tidak pernah merasa ada yang meminta izin agar fotonya diunggah di media sosial. "Saya tidak merasa dimintai izin. Dia tidak pernah minta izin," tandasnya.

Usai persidangan, Nanik menegaskan, kesaksian yang diberikannya benar. "Yang cerita sebenarnya gitu. Anda boleh coba konfirmasi ke pak Fadli Zon, karena kan pak Fadli Zon nggak dipanggil (sebagai saksi). Kan yang dia (Ratna) keberatan kan nggak (ada izin) di tweet dengan pak Fadli Zon. Itu nanti kalau di cek di Twitternya pak Fadli Zon kan juga benar kan. Kalau dia bilang enggak, pak Fadli Zon ada fotonya, ada fotonya pak Fadli Zon," kata Nanik.

Sebelumnya pada persidangan, Nanik mengatakan, Ratna datang ke Nusantara Polo Club menemui Prabowo Subianto dan tokoh lainnya, tanggal 2 Oktober 2018. Di sela pertemuan itu, Nanik sempat meminta izin kepada Ratna untuk mengunggah fotonya yang masih dalam kondisi lebam, ke akun Facebooknya. Ratna kemudian mengangguk yang diartikan Nanik kalau dirinya diizinkan.

"Pertama Fadli Zon mengambil gambar, lalu izin untuk ditweet ke akun Twitter-nya. Karena saya punya etika, saya juga bertanya ke Ibu Ratna untuk upload. Saya minta izin, beliau mengangguk," kata Nanik.



Sumber: BeritaSatu.com