Tinjau Banjir di Pancoran-Cawang, Anies Beri Peringatan Keras ke Kontraktor LRT

Tinjau Banjir di Pancoran-Cawang, Anies Beri Peringatan Keras ke Kontraktor LRT
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di Pancoran dan Cawang, Kamis, 4 Februari 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / CAH Kamis, 4 April 2019 | 11:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Hujan deras yang tercurah Rabu (3/4/2019) sore telah membuat beberapa kawasan di DKI Jakarta terdampak banjir. Dampaknya, kemacetan lalu lintas cukup parah pun tak terelakkan lagi disekitar kawasan terdampak banjir.

Untuk itu, pagi ini, Kamis (4/4/2019), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau beberapa lokasi banjir. Dengan mengenakan pakaian dinas harian (PDH) berwarna putih, Anies didampingi Asisten Sekretraris Daerah DKI bidang Pembangunan, Yusmada Faizal mengunjungi dua lokasi banjir yakni flyover di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan; dan flyover di Cawang, Jakarta Timur.

“Pagi ini, saya menginspeksi lokasi-lokasi yang menjadi tempat pembangunan yang menutup saluran air. Sehingga ketika hujan deras dengan volume besar seperti kemarin, terjadi genangan yang cukup lama,” kata Anies di flyover Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Setelah tiba di kawasan Pancoran, Anies melihat saluran air tertutupi tiang-tiang Light Rail Transit (LRT) Jakarta Jabodetabek yang dibangun oleh pemerintah pusat. Ia menyayangkan kelalaian PT Adhi Karya selaku kontraktor LRT Jabodetabek yang tidak menyiapkan pompa air untuk mengatasi genangan. Akibat tertutupnya saluran air dengan tiang-tiang LRT Jakarta.

“Kita temukan bahwa saluran air kita tertutup oleh pilar-pilar pembangunan LRT. Nah pihak kontraktor tidak menyiapkan pompa air dengan volume yang cukup untuk mengalirkan air dari tempat yang terhalang ke saluran kita,” ujar Anies Baswedan.

Dengan adanya analisis dampak lingkungan (amdal), PT Adhi Karya seharusnya sudah harus bisa mengantisipasi banjir. Karena semua prosedur penanganan banjir di lokasi konstruksi sudah ada ketika menyusun Amdal. Ada kewajiban mereka untuk menyiapkan semua instrumen mencegah banjir di lokasi konstruksi.

Artinya, PT Adhi Karya harus menyediakan pompa permenan, bukan pompa mobile. Sehingga ketika ada banjir, maka pompa itu langsung bisa dioperasikan untuk menyedot air.

“Jadi ada saluran dan saluran itu terpotong-potong oleh pilar. Lalu di bawahnya ada tunggu pilar, ada tiang pancang. Dengan kondisi seperti ini, harusnya mereka menyiapkan pompa. Menurut mereka sudah dipasang pompa mobile. Kita sudah tahu, kalau banjir, baru dikirim pompa, dan terlambat penanganannya. Itu yang terjadi. Kalau pompanya permanen, pasti begitu ada genangan air, langsung dioperasikan pompa untuk menyedor air,” keluh Anies Baswedan.

Karena itu, Anies Baswedan telah memberikan peringatan keras kepada pihak kontraktor LRT Jabodetabek. Mereka harus bertanggung jawab atas banjir yang terjadi di kawasan Pancoran dan Cawang.

“Jadi tadi saya berikan peringatan keras kepada mereka. Pihak Adhi Karya harus bertanggung jawab. Tahun lalu sudah terjadi di tempat ini yang di MT Haryono, sekitar cawang. Mereka sudah koreksi dengan menyiapkan pompa permanen. Sekarang pompanya permanen. Setiap volume hujan tinggi di tempat itu tidak tergenang lagi,” tutur Anies Baswedan.

Berdasarkan pengalaman tersebut, ia meminta PT Adhi Karya untuk menambah pompa air permanen di kawasan Pancoran dan Cawang. Sehingga tidak ada lagi banjir yang menimpa lokasi konstruksi yang berada di tepi jalan.

“Karena begitu ada air 30 sentimeter saja, implikasinya pada kemacetan lalu lintas di jalan-jalan protokol Jakarta. Jadi mereka akan melakukan koreksi. Saya minta Adhi Karya lebih cepat di dalam mengantisipasi ini. Sebab semua ini sudah ada di amdal,” tegas Anies Baswedan.

 



Sumber: BeritaSatu.com