Antisipasi Banjir di Jatipadang, DKI Akan Bangun Sodetan

Antisipasi Banjir di Jatipadang, DKI Akan Bangun Sodetan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di Pancoran dan Cawang, Kamis, 4 Februari 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / CAH Kamis, 4 April 2019 | 12:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Untuk mengantisipasi banjir di Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Pemerintah Provini (Pemprov) DKI merencanakan pembangunan sodetan di sungai aliran tengah.

Bila sodetan itu sudah terbangun, diharapkan dapat mengurangi aliran air ke Kali Pulo. Sehingga saat terjadi hujan deras atau air kiriman dari Bogor, sodetan tersebut dapat meminimalisasikan banjir di kawasan Jatipadang.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menerangkan aliran air yang sampai ke kawasan Jatipadang berasal dari dua sumber. Pertama dari sisi Setu Babakan yang berada di sebelah Universitas Indonesia. Lalu sumber kedua, di sebelah baratnya sungai aliran tengah.

“Nah disana (sebelah barat sungai aliran tengah), akan dibangun sodetan dan tempat-tempat kontrol. Agar volume air yang mengalir ke Jakarta bisa lebih terkontrol,” kata Anies saat meninjau lokasi banjir di Jalan MT Haryono, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Menurutnya, banjir akan terus dialami Jatipadang bila Pemprov DKI tidak mengendalikan volume air yang masuk ke Jakarta melalui sodetan. “Karena air itu mengalir deras dari wilayah Depok. Selama ini berjalan tanpa ada kendali karena itu lah selalu muncul masalah,” ujar Anies Baswedan.

Meskipun sungai dilebarkan, namun selama volume air yang datang dari Depok tidak dikendalikan dengan baik. Maka masalah banjir tetap saja akan terjadi di kawasan Jatipadang.

“Masalahnya bukan semata-mata soal pelebaran sungai. Tetapi soal volume air yang tidak terkendali. Saat ini, di Setu Babakan sudah kita kendalikan. Kalau volume airnya besar, dapat dikendalikan. Tetapi yang di aliran tengah belum ada mekanisme pengendalian air. Jadi kita akan bangun di ujung dekat perbatasan, tempat-tempat pengendalian air,” terang Anies Baswedan.

Ia akan melakukan kajian terhadap rencana pengendalian air di sungai aliran tengah. Kemungkinan yang bisa dilakukan adalah pembangunan sodetan antara sungai aliran tengah dengan Setu Babakan. Sehingga air yang melimpah dari Depok bisa dimasukkan ke Setu Babakan. “Sehingga bisa terkendali di Setu Babakan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air Jakarta Selatan sudah memasang pancang dan kayu dolken di lokasi tanggul jebol Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pancang dan kayu itu dipasang sementara untuk menahan air mengalir ke rumah warga. Petugas yang dikerahkan untuk membuat tanggul sementara itu berjumlah 15 orang. Petugas langsung bekerja setelah tanggul jebol pada Senin (1/4).

Selain itu, petugas menyiapkan sekitar 700 karung pasir untuk membendung air dari tanggul yang jebol agar tidak mengalir ke lokasi lain.



Sumber: BeritaSatu.com