Lagi, Ditemukan Lokasi Pembuangan Limbah ke Sungai Cileungsi

Lagi, Ditemukan Lokasi Pembuangan Limbah ke Sungai Cileungsi
Pegiat lingkungan hidup bersama dinas terkait menyusuri Sungai Cileungsi dan menemukan saluran pembuangan limbah, Selasa, 2 Maret 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / JAS Kamis, 4 April 2019 | 17:36 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Pegiat lingkungan hidup bersama dinas terkait menemukan saluran pembuangan limbah di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor. Persoalan pencemaran di Sungai Cileungsi hingga Kali Bekasi, Kota Bekasi, tak kunjung selesai jika masih ada pihak-pihak tak bertanggung jawab masih membuang limbah ke sungai.

‎"Kami masih menemukan titik-titik pembuangan limbah industri dan domestik yang mengalir ke Sungai Cileungsi serta sampah-sampah padat," ujar Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, Kamis (4/4/2019).

Selain itu, pihaknya juga menjumpai bangunan yang berdiri di garis sempadan sungai (GSS). Puarman menegaskan, temuan ini akan ditindaklanjuti oleh tim untuk memidanakan pelaku pembuangan limbah ke sungai.

"Hasil pemetaan ini akan ditindaklanjuti oleh tim darat untuk mengidentifikasi dan memverifikasi izin pembuangan limbah terduga pelaku pencemaran. Pelaku yang terbukti melakukan pembuangan limbah tanpa izin dan tanpa pengolahan akan diproses secara hukum dengan melibatkan kepolisian dengan menerapkan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup," tuturnya.

‎Dia menambahkan, KP2C berperan memberikan data terkait karakter Sungai Cileungsi dan dugaan pencemaran yang terjadi. "Hal ini berdasarkan pengamatan KP2C yang melihat terjadinya perubahan warna air sungai mulai dari hulu hingga ke hilir maupun melakukan kegiatan susur sungai," ungkapnya.

Sebelumnya, ‎KP2C bersama instansi terkait melakukan susur Sungai Cileungsi, yang kedua kalinya pada Selasa (2/4/2019) lalu. Kegiatan susur sungai ini bertujuan untuk memetakan potensi pencemaran dan kerusakan sungai. Sekaligus untuk percepatan penanganan pencemaran sungai Cileungsi. "Kami mencoba menelusuri jejak pelaku pencemaran sungai Cileungsi," ujarnya.

Tim susur sungai terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, KP2C, Bogor SAR Community, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, serta Palang Merah Indonesia (PMI).

Lokasi susur sungai yang terbagi dalam dua rute yakni di bagian hulu diawali dari Cibongas-Babakan Madang menuju Jembatan Wika tempat pos pantau KP2C.

Di bagian hilir, tim susur sungai menempuh rute dari Jembatan Cikuda-Wanaherang hingga Curug Parigi, Vila Nusa Indah 5, Kabupaten Bogor.

"Kegiatan susur sungai akan menjadi agenda rutin bersama pemerintah daerah‎. Susur sungai sangat efektif sekali mencari titik-titik pembuangan limbah karena langsung kelihatan pipa atau drainase yang berpotensi melakukan pencemaran," katanya.

Kegiatan ini sangat membantu KP2C dalam mencari solusi pencegahan banjir di Sungai Cileungsi, Sungai Cikeas, maupun di Kali Bekasi.

Susur sungai yang pertama dilakukan pada Rabu (20/3/2019) lalu. "Titik-titik pembuangan limbah industri maupun domestik, lebih banyak ditemukan saat susur sungai yang pertama tempo lalu," tuturnya. 



Sumber: Suara Pembaruan