Polisi Tangkap Ustaz ABM Terkait Dugaan Penipuan Pengurusan Visa Haji

Polisi Tangkap Ustaz ABM Terkait Dugaan Penipuan Pengurusan Visa Haji
Argo Yuwono. ( Foto: istimewa / istimewa )
Bayu Marhaenjati / CAH Jumat, 5 April 2019 | 10:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya, membenarkan telah menangkap seorang ustaz berinisial ABM, terkait kasus dugaan penipuan pengurusan visa haji, di Perumahan Taman Permata Cikunir, Bekasi, Jawa Barat. Korban MJ diduga mengalami kerugian senilai USD 136.500.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, ABM ditangkap di Perumahan Taman Permata Cikunir, Bekasi, sekitar pukul 04.30 WIB, Kamis (4/4/2019) kemarin.

"Telah dilakukan penangkapan terhadap ABM, diduga melakukan tindak pidana penipuan," ujar Argo, Jumat (5/4).

Dikatakan Argo, kasus ini bermula ketika korban bertemu dengan ABM, di salah satu tempat pengajian. Kemudian, korban menceritakan ingin mengurus visa haji buat jemaah pengajian.

"Kemudian terlapor (ABM) menawarkan dapat membantu untuk mengurus visa haji furodah," ungkap Argo.

Korban pun percaya kalau ABM dapat mengurus visa haji furodah karena merupakan seorang ulama dan sering ceramah, di berbagai tempat. Sejurus kemudian, korban dan ABM janjian bertemu di depan kantor kedutaan untuk menyerahkan uang sejumlah USD 136.500 dan 27 paspor sebagai syarat pengurusan visa.

"Penyerahan uang itu terjadi di dalam mobil milik terlapor. Namun, tidak ada tanda terima saat itu. Korban meminta waktu pengurusan selama tiga hari, dan terlapor menyanggupi," kata Argo.

Menurut Argo, tiga hari berselang, korban tidak mendapatkan kabar dari ABM. Kemudian, korban meminta tolong Syeikh AJ untuk menghubungi ABM dan bertemu di rumah Syeikh AJ.

"Saat itu, dibuat surat pernyataan dan kuitansi yang isinya bahwa terlapor sudah menerima uang sebesar USD 136.500 dan paspor sebanyak 27 buah untuk mengurus visa haji furodah," jelas Argo.

Argo mengatakan, ABM kembali tidak memberikan kabar. Merasa tertipu, korban pun akhirnya membuat laporan polisi dengan nomor LP/3368/VI/2018/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 28 Juni 2018.

"Sampai adanya laporan polisi, visa haji tidak pernah diurus terlapor, dan terlapor tidak mengakui menerima uang sebesar USD 136.500. Menurut terlapor saat itu pelapor hanya menyerahkan paspor sebanyak 27 buah," tandasnya.

Akibat perbuatannya, ABM terancam dijerat Pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP terkait tindak pidana penipuan dan penggelapan.



Sumber: BeritaSatu.com