Curah Hujan Tinggi, Waspadai Daerah Rawan Banjir di Jakarta

Curah Hujan Tinggi, Waspadai Daerah Rawan Banjir di Jakarta
Ilustrasi hujan disertai petir. ( Foto: Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / CAH Jumat, 5 April 2019 | 11:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan hari ini, Jumat (5/4/2019), di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan mengalami hujan sedang disertai petir dan angin kencang pada siang dan menjelang malam hari.

Untuk itu, BMKG mengharapkan masyarakat waspada terhadap potensi genangan air, banjir atau longsor di wilayah yang berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor.

Masyarakat juga diharapkan waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh.

Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) DKI bidang Pembangunan yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Yusmada Faisal mengatakan selama musim hujan ini, warga yang berada di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Barat waspada terhadap banjir.

Karena, selama hujan deras yang terjadi pada hari Selasa (2/4/2019) dan Rabu (3/4/2019), banjir terjadi di tiga wilayah tersebut.

“Di hari Selasa, tercatat genangan itu ada di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, ada empat RT yang tergenang air. Yaitu RT 01. 02, 09 dan 09. Banjir ini terjadi karena adanya luapan Kali Sunter. Karena disana belum ada tanggul yang dibangun. Untuk membangun tanggul, dibutuhkan pembebasan lahan. Sekarang kita lagi upayan pembebasan lahannya,” kata Yusmada di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Kemudian di kawasan Kebon Pala, dekat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, terjadi banjir karena saluran kecil di kawasan tersebut meluap. Tak dapat menampung aliran air hujan yang begitu tinggi. Di Petogogan mengalami banjir, dikarenakan Kali Krukut meluap.

“Kalau banjir di Jatipadang, bukan meluap airnya, tanggulnya juga tidak jebol, bawahnya terkikis, tergerus. Pondasi lama ditanggul, tapi ada rembesan dengan aliran yang deras yang besar itu kemudian menggerus pondasi, sehingga bawahnya tumpah. Jadi aliran air akhirnya ke pemukiman warga,” jelas Yusmada.

Banjir juga terjadi di jalan-jalan arteri Kota Jakarta. Seperti di Pancoran, Cikoko dan Terowongan Cawang. Ketiga jalan ini terdampak banjir dikarenakan adanya pengerjaan konstruksi fisik Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek.

“Kenapa bisa tergenang air?, karena kontraktornya menaman pondasi di saluran air,” ujar Yusmada.

Ia tidak mempermasalahkan adanya penanaman pondasi tiang-tiang LRT Jabodetabek di saluran air, tetapi seiring dengan itu, seharusnya kontraktor sudah menyiapkan mitigasi proyek untuk memastikan air tetap mengalir dengan baik, tidak menimbulkan luapan air di jalan. Yang dapat mengakibatkan kemacetan lalu lintas di jalan tersebut.

“Seharusnya dia siapkan pompa permanen. Menurut pimpinan proyek, sudah disiapkan pompa air, tapi pompa mobile. Kalau pompa mobile kan biasanya pas hujan baru didatangkan. Sudah tergenang baru disedot. Itu kenyataannya,” papar Yusmada.

Banjir akibat pengerjaan proyek pembangunan juga terjadi di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur. Proyek pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) telah menutupi saluran air di sekitar area proyek.

“Ada tiang yang menutupi saluran, tertutup lah saluran air itu. Juga ada tanah-tanah bekas galian proyek masuk ke saluran. Hujan datang, pompa baru datang, terlambat lah. Jadi lah genangan itu,” ungkap Yusmada.

Ini adalah titik-titik daerah rawan banjir yang harus diwaspadai selama musim hujan:


A. Kota Jakarta Selatan

1. Jalan MT Haryono depan Gedung Film. Genangan yang muncul saat hujan deras setinggi 10-15 sentimeter. Banjir terjadi karena air dari saluran melimpas ke jalan karena saluran air terganggu proyek pembangunan LRT Jabodebek.
2. Jalan Pasar Minggu Raya perempatan Tugu Pancoran. Tinggi genangan 10-15 sentimeter. Genangan disebabkan curah hujan tinggi dan adanya proyek LRT.
3. Pertigaan Jalan Duren Tiga-Jalan Pasar Minggu Raya. Ketinggian genangan mencapai 20 sentimeter. Genangan muncul akibat curah hujan tinggi dan antrean air ke saluran di depan Superindo.
4. Pasar Inpres Jalan Pangeran Antasari arah ke Blok M.
5. Cikoko Timur Raya depan LIA Pancoran.
6. Jalan Saco Pintu Barat Ragunan. Genangan hilang setelah pasukan biru membersihkan saluran air.
7 Jalan Kampung Melayu Barat, Tebet
8. Kalibata, Pancoran.
9. Petogogan, Kebayoran Baru. Banjir diakibatkan Kali Krukut yang meluap.
10. Jatipadang, Pasar Minggu. Banjir disebabkan tanggul yang jebol.

B. Kota Jakarta Timur
1. Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang. Genangan mencapai 30 sentimeter dan diakibatkan intensitas hujan.
2. Daerah Bypass arah Cawang dan Priok depan Kantor Bea Cukai.
3. Jalan DI Panjaitan depan The Hive Cawang, dari pertigaan Cawang menuju Jatinegara. Banjir mencapai 40 sentimeter dan disebabkan luapan Kali Cipinang.
4. Jalan Komodor Halim. Intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab genangan setinggi 10 sentimeter. Selain itu, saluran air yang ada tersumbat sampah.
5. Jalan Bambu Mas Raya.
6. Masjid Baitul Muhajirin Duren Sawit.
7. Jalan Tipala, Makasar. Banjir disebabkan pompa Tipala yang terbatas dan tinggi muka air di Kali Cipinang.
8. Jalan DI Panjaitan. Akibat adanya proyek pembangunan jalan tol Becakayu.
9. Kebon Pala, Makasar.
10. Jalan TMII Pintu Satu depan pintu masuk Tol Jagorawi
11. Cipinang Melayu. Banjir diakibatkan Kali Sunter yang meluap karena belum dibangun tanggul teknis. Pembangunan tanggul teknis membutuhkan pembebasan lahan yang tidak mudah dilakukan bagi Pemprov DKI Jakarta.

C. Kota Jakarta Barat
1. Jalan Kamal Raya.
2. Sekitar Toyota Kapuk dan Pintu Air Cengkareng.
3. Perumahan Taman Palem Cengkareng. Banjir diakibatkan adanya aliran dari Kali Maja ditampung di bawah tol terus meluap. Pemprov DKI sudah membuka saluran yang menuju utara. Ternyata saluran tertutup oleh kayu.
4. Jalan Palapa Rawa Buaya.
5. Jalan Pangeran Tubagus Angke.

 



Sumber: BeritaSatu.com