Anies Tinjau Program PMT-AS di Cengkareng

Anies Tinjau Program PMT-AS di Cengkareng
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di Pancoran dan Cawang, Kamis, 4 Februari 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / BW Jumat, 5 April 2019 | 12:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) di SDN Kedaung Kali Angke 03 dan 08 Pagi, di Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (5/4/2019).

Anies didampingi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi, dan Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah DKI Jakarta Catur Laswanto, beserta jajaran pejabat sekolah terkait.

Gubernur mengatakan, kedatangannya meninjau pelaksanaan program tersebut untuk mendorong program PMT-AS dapat dilakukan dengan beberapa terobosan.

“Salah satunya adalah variasi makanannya. Kalau dulu ada dua, sekarang 29 jenis," kata Anies di Cengkareng.

Sebanyak 29 varian menu tersebut, lanjut Anies, secara bergantian sesuai penjadwalan yang ditetapkan akan diberikan kepada peserta didik. Menu-menu yang disajikan berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang terdiri dari jenis makanan sehat, bergizi, beragam, berimbang, dan aman untuk dikonsumsi oleh siswa.

“Dari segi pengemasan, penyajian, dan pendistribusiannya pun dipantau oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Tahun ini juga merupakan pertama kalinya PMT-AS dilaksanakan secara swakelola oleh komite sekolah yang terdiri dari orangtua siswa dan masyarakat sekitar sekolah,” terang Anies Baswedan.

Dijelaskan, tujuan program tersebut untuk meningkatkan kecukupan asupan gizi peserta didik, meningkatkan ketahanan fisik siswa dalam mengikuti kegiatan belajar, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan lingkungan bersih dan sehat (LBS), serta meningkatkan partisipasi masyarakat langsung di lingkungan sekolah.

“Kota ini anak-anaknya harus mendapat asupan makanan sehat yang baik, sehingga gizi mereka tercukupi dan mereka sehat secara jasmani untuk mengikuti segala kegiatan belajar,” tegas Anies Baswedan.

Sasaran alokasi anggaran dari program tersebut meliputi satuan pendidikan anak usia dini negeri (SPAUDN), sekolah dasar negeri (SDN), dan sekolah luar biasa negeri (SLBN) di 53 kelurahan yang termasuk dalam program penataan kampung.

"Kita berharap semoga bisa menjangkau seluruh kelurahan, khususnya yang masuk kategori kampung klasifikasi masyarakat kurang mampu," tutur Anies Baswedan.

Seperti diketahui, jumlah sekolah yang menerima PMT-AS sebanyak 459 sekolah. Terdiri dari, 375 sekolah SD sebanyak 137.718 siswa, 75 sekolah taman kanak-kanak negeri (TKN) dan tempat penitipan anak negeri (TPAN) sebanyak 5.304 siswa, dan 9 sekolah sekolah luar biasa (SLB) sebanyak 1.700 siswa.

Adapun alokasi anggaran untuk setiap peserta didik per hari sebesar Rp 10.890,- yang diberikan selama hari efektif sekolah, dengan total anggaran PMT-AS sebesar Rp 324,8 miliar.

Pemprov DKI Jakarta melaksanakan program PMT-AS berdasarkan Peraturan Gubernur No 9/2018 tentang Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) pada Satuan Pendidikan dan Peraturan Gubernur Nomor 7 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Gubernur Nomor 59 Tahun 2016 tentang Biaya Operasional Pendidikan Sekolah Negeri/Madrasah Negeri.



Sumber: Suara Pembaruan