MCM Tolak Hoax di Lingkungan Masjid

MCM Tolak Hoax di Lingkungan Masjid
Ketua Dewan Pembina MCM Budi Karya Sumadi (tengah) saat berbicara kepada pers, Jumat 5 April 2019. ( Foto: dok )
Yudo Dahono / YUD Jumat, 5 April 2019 | 16:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki masa pemilu 2019 pada 17 April 2019 ini, rumah ibadah belakangan ini kerap menjadi jalan pintas untuk kepentingan politik praktis. Masyarakat Cinta Masjid (MCM) terus berupaya untuk menyampaikan fungsi masjid sesungguhnya. Ketua Dewan Pembina MCM Budi Karya Sumadi mengajak para pengurus masjid dan pendakwah harus menghadirkan suasana yang sejuk dan menolak adanya hoax di lingkungan masjid.

"Hoax itu yang pasti itu melenceng dari ajaran Nabi Muhammad. Berbohong kepada diri sendiri saja salah, apalagi hoax kepada umat yang besar. Umat Islam adalah umat yang besar dan mayoritas di Indonesia. Namun, tidak semuanya memiliki akses informasi. Umat Islam membutuhkan ajaran-ajaran yang sejuk, teduh, agar kita menjalankan ibadah dengan baik dan khusyu," kata Budi Karya ditemani Ketua DKM Cut Meutia Indra Harsono di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Budi Karya, yang juga merupakan Menteri Perhubungan (Menhub) itu menuturkan bahwa hoax adalah prilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam dan Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia. Bagi pihak-pihak yang berkontestasi di pemilu 2019 ini, lanjut Budi, diharapkan dapat seiring dengan ajaran Islam dan tidak memanfaatkan masjid sebagai upaya memobilisasi dan menggiringnya orang untuk kepada salah satu calon.

"Pancasila sudah mengakomodasi dan berlandaskan ajaran Islam, sedangkan hoax ini di luar batas. Oleh karenanya, kami menghimbau berhentilah menebar berita kebohongan. Kalau memang ingin berkontestasi di pemilu 2019 ini lakukan dengan secara jantan, mengadu program, jangan memfitnah orang lain karena akan membawa pemikiran-pemikiran yang buruk untuk orang lain," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Cinta Masjid, Wishnu Dewanto mengungkapkan, sejak berdir, MCM sangat mendapat sambutan yang positif dari masyarakat banyak. Dikatakannya, MCM dapat memberikan sebuah pencerahan berfikir melalui koridor silaturahmi agar tidak menjadikan rumah ibadah sebagai upaya hoax, khususnya saat penceramah salat Jumat ataupun sesi lainnya.

"MCM juga mengajak pengurus masjid untuk berfikir bersama, dan Alhamdulillah sudah dilakukan hal itu dan karenanya kami akan menggelar Rapat pimpinan nasional (Rapimnas), Sabtu (6/4/2019), untuk memastikan mengembalikan fungsi masjid dan menjadi tempat pemersatu umat," pungkasnya.

MCM akan menggelar pelantikan 10 pengurus provinsi (se-Indonesia) dan Rapimnas yang akan digelar di Jakarta, Sabtu (6/4/2019).



Sumber: BeritaSatu.com