2019, KCI Targetkan 343 Juta Penumpang

2019, KCI Targetkan 343 Juta Penumpang
PT KCJ memberikan layanan gratis bagi pengguna KRL Jabodetabek saat perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan RI. ( Foto: Suara Pembaruan/Mikael Niman )
Mikael Niman / FER Jumat, 5 April 2019 | 19:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menargetkan jumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek selama 2019 ini mencapai 343.540.736 penumpang. Pencapaian target tersebut diimbangi dengan penambahan jumlah perjalanan KRL dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan data KCI, tahun 2018 jumlah perjalanan KRL Jabodetabek mencapai 938 perjalanan per hari. Saat ini, telah ditingkatkan menjadi 980 perjalanan per hari.

"Jadi, PT KCI pada 2019 mengoperasikan 980 perjalanan sehari dengan menggunakan 83 rangkaian se-Jabodetabek," ujar Kepala Humas PT KCI, Anne Purba, Jumat (5/4/2019).

Anne mengatakan, jumlah penumpang KRL semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan moda transportasi massal ini semakin diminati masyarakat.

"Dengan jumlah perjalanan mencapai 980 per hari, dengan kapasitas ini,‎ kita dapat mengangkut penumpang mencapai 1.354.164 penumpang per hari," tutur Anne.

Saat ditanyakan, target pendapatan tahun ini, Anne enggan menanggapinya. Dia mengatakan, hanya menargetkan jumlah penumpang bukan menargetkan jumlah pendapatan. "Kita hanya menargetkan jumlah volume (penumpang) bukan pendapatan," imbuh Anne.

Namun, bila dirata-rata pencapaian pendapatan PT KCI pert tahun minimal mencapai Rp ‎1 triliun per tahun. Asumsi pendapatan ini didapat dengan mengalikan jumlah penumpang selama setahun dengan tarif terendah Rp 3.000 per penumpang.

‎Dalam lima tahun belakang ini, pengguna KRL semakin meningkat mulai dari 800.000 penumpang, dan kini mencapai sekitar 1,3 juta penumpang per hari. ‎Kini, PT KAI memiliki armada 900 unit KRL. Jumlah tersebut bertambah 60 kereta dari tahun sebelumnya. Menurutnya, jumlah itu akan terus bertambah untuk mengimbangi bertambahnya jumlah penumpang. Termasuk, memperhatikan kenyamanan penumpang di KRL.

"Rangkaian KRL dari 8 kereta ditingkatkan menjadi 10 hingga 12‎ kereta. Saat ini, rangkaian 8 kereta sudah mulai berkurang‎," pungkas Anne.



Sumber: Suara Pembaruan