Antisipasi Terorisme, Kantor Samsat Kota Bekasi Dijaga Polisi Bersenjata

Antisipasi Terorisme, Kantor Samsat Kota Bekasi Dijaga Polisi Bersenjata
Petugas Brimob Detasemen D Cikarang dengan senjata lengkap bersama petugas keamanan memeriksa pengunjung yang datang di kantor Samsat Kota Bekasi, Jumat (5/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / JAS Jumat, 5 April 2019 | 20:33 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - ‎Ada penampakan yang berbeda di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Bekasi yang berada di Jalan Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (5/4/2019).

Kini, kantor tersebut melakukan pengawasan ketat terhadap pengunjung yang datang untuk membayar pajak. Semua kendaraan yang masuk ke Samsat akan digeledah oleh petugas bersenjata lengkap.

"Ada sekitar 20 petugas Brimob (Brigade Mobil) Detasemen D Cikarang dan satpam yang kita kerahkan untuk memeriksa kendaraan," ujar Kanit Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Samsat Kota Bekasi, AKP Dany Rimawan.

Dia menjelaskan, pihaknya melakukan hal tersebut untuk mengantisipasi tindak pidana terorisme.

‎Menurutnya, pemeriksaan dengan mengerahkan personel bersenjata lengkap itu telah dilakukan sejak 10 hari yang lalu atas instruksi Kapolda Metro Jaya. "Tujuannya, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat terutama wajib pajak dari tindak pidana terorisme," ucapnya.

‎Dia menjelaskan, jumlah wajib pajak di lokasi tersebut mencapai 3.000 pemohon per harinya. Untuk itu, dia meminta kerja sama kepada pengendara yang datang agar mau diperiksa sebelum memasuki Samsat Kota Bekasi.

"Petugas kami tidak mempersulit wajib pajak masuk tetapi justru memberikan rasa aman. Dengan begitu kita bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya.

Setiap pengendara sepeda motor, kata Dany, wajib membuka jok kendaraan sedangkaan pengendera mobil wajib membuka bagasi kendaraannya.

Sedangkan, wajib pajak yang datang tanpa menggunakan kendaraan, petugas juga akan memeriksa tas atas barang bawaannya.

Langkah para petugas ini disambut positif oleh wajib pajak. Menurutnya, pelaku teror cenderung menyasar tempat-tempat keramaian dan objek vital, seperti kantor Samsat ini.

"Saya sebagai wajib pajak jadi merasa aman dan nyaman karena dilindungi dari hal-hal yang tak diinginkan," ungkap Sutriani (46), warga Bekasi Timur.



Sumber: Suara Pembaruan