Polisi Tindak Pengendara Sepeda Motor Sambil Merokok

Polisi Tindak Pengendara Sepeda Motor Sambil Merokok
Ilustrasi Merokok ( Foto: berita satu / IST )
Bayu Marhaenjati / FMB Sabtu, 6 April 2019 | 12:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, telah melakukan penindakan terkait larangan merokok kepada pengendara sepeda motor sesuai dengan aturan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 12 Tahun 2019. Polisi menjerat pelanggar dengan Pasal 283 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan denda paling banyak Rp 750.000.

Diketahui, Permenhub Nomor 12 Tahun 2019 tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda notor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat, mengatur larangan merokok kepada pengendara sepeda motor. Aturan itu tertulis pada Pasal 6 huruf c yang berisi: Pengemudi dilarang merokok dan melakukan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi ketika sedang mengendarai sepeda motor.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol M Nasir mengatakan, pihaknya telah melakukan penindakan terhadap pengendara sepeda motor yang mengemudikan kendaraannya sambil merokok. Polisi menerapkan Pasal 283 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan untuk melakukan penindakan pidana kepada pelanggar.

"Pasal pelanggar yang ada adalah Pasal 283 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009," ujar Nasir kepada Beritasatu.com, Sabtu (6/4).

Pasal 283 itu berbunyi: Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Nasir mengatakan, pihaknya belum mendata secara akurat ada berapa jumlah pelanggar yang ditindak terkait larangan merokok itu. "Untuk spesifik pelanggar larangan merokok belum didatakan akurat tetapi hasil tilang terkait Pasal 283 sebanyak 652 berkas pada bulan Maret," ungkap Nasir.

Nasir menuturkan, Ditlantas Polda Metro Jaya bakal terus menggaungkan sosialisasi terkait tertib berlalu lintas kepada masyarakat. "Sosialisasi tertib berlalu lintas selalu akan disampaikan ke masyarakat untuk menjamin Kamseltibcar Lantas (Keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas)," kata Nasir.

Sementara itu, Pemerhati Transportasi dan Lalu Lintas AKBP (Purn) Budiyanto mengatakan, mengendarai sepeda motor sambil merokok dapat mengganggu konsentrasi dan mengabaikan keselamatan.

"Dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, telah diatur tentang tata cara berlalu lintas yang benar bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraan dengan wajar dan penuh konsentrasi," kata Budiyanto.

Budiyanto menuturkan, penuh konsentrasi adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon, menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga mempengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Menurut Budiyanto, berdasarkan Permenhub Nomor 12 Tahun 2019, pada Pasal 6 huruf c menyatakan, pengemudi dilarang merokok dan melakukan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi ketika sedang mengendarai sepeda motor.

"Peraturan Menteri ini merupakan penjabaran apa yang tersirat atau secara implisit yang dijelaskan dalam
Pasal 106 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, walaupun hanya secara khusus mengatur pengendara sepeda motor untuk kepentingan masyarakat karena memang merokok dapat mengganggu konsentrasi dan keselamatan orang lain," tegas Budiyanto.

Budiyanto mengungkapkan, PermenhubNomor 12 Tahun 2019 sangat tepat karena mengatur secara detail berkaitan dengan bahaya merokok sambil mengendarai sepeda motor.

"Apalagi kalau melihat data kecelakaan lalu lintas di atas 60% melibatkan sepeda motor. Peraturan Menteri sangat tepat karena sebagai aturan pelaksana mengatur dan merinci secara detail yang berkaitan dengan bahayanya seseorang yang mengendarai sepeda motor sambil merokok," katanya.

Ketentuan pidananya, tambah Budiyanto, mengacu pada Pasal 283 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009. "Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)," tandas Budiyanto.



Sumber: BeritaSatu.com