Warga di Bantaran Rel Kereta Api Pejompongan Tolak Direlokasi

Warga di Bantaran Rel Kereta Api Pejompongan Tolak Direlokasi
Kawasan kumuh di pinggir rel kereta api. ( Foto: Antara )
Winda Ayu Larasati / WIN Senin, 8 April 2019 | 11:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sungguh miris melihat perbedaan yang signifikan ketika melihat mewahnya Kota Jakarta yang dihiasi gedung-gedung tinggi namun masih ada kawasan kumuh yang berada di tengah kota yang menjadi tempat tinggal sebagian warga, salah satunya di bantaran rel kereta api Pejompongan, Jakarta Barat.

Di kawasan ini, masih banyak warga yang memilih tinggal di rumah semi permanen yang rawan bagi keselamatan dan kesehatan warga, lantaran rel tersebut masih dilintasi kereta api rute Jabodetabek setiap hampir lima menit sekali setiap harinya. Hal ini juga berbahaya bagi kesehatan khususnya pendengaran warga. Warga yang tinggal di sini tentu harus waspada jika kereta sedang melintas.

Warga yang tinggal di bantaran rel kereta Pejompongan ini rata-rata sudah 20 tahun, mereka enggan untuk direlokasi ke tempat lain lantaran lokasi tersebut dinilai strategis dengan pusat perbelanjaan seperti Pasar Tanah Abang, perkantoran di kawasan Sudirman hingga Palmerah.

Warga yang tinggal di sini didominasi oleh pendatang dari luar Jakarta yang juga tertarik untuk tinggal di sini karena lokasinya yang strategis.

Sementara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ingin merelokasi warga yang tinggal di bantaran rel kereta tersebut, namun hingga hari ini warga masih menolak untuk direlokasi.



Sumber: BeritaSatu TV