Rahayu Saraswati: Pemenuhan Air Bersih di Jakarta Pasti Tercapai

Rahayu Saraswati: Pemenuhan Air Bersih di Jakarta Pasti Tercapai
Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyapa warga Jakarta. ( Foto: Istimewa )
Carlos KY Paath / AO Senin, 8 April 2019 | 12:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kebutuhan air bersih di seluruh wilayah DKI Jakarta akan terpenuhi pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Rahayu Saraswati Djojohadikusumo meyakini itu.

Saraswati mendorong Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta untuk mengawal komitmen pemenuhan kebutuhan air bersih tersebut. “Ke depan, jangan lagi kita melihat warga DKI membeli air. Ini Ibu Kota dan anggaran kita banyak,” kata Saraswati.

Hal tersebut dikatakan Saraswati dalam keterangan pers kepada Beritasatu.com di Jakarta, Senin (8/4). “Saya yakin Pak Anies bisa memenuhi target 100% warga DKI mendapatkan air bersih,” ujar keponakan Prabowo Subianto itu.

Perusahaan Air Minum Jakarta (PAM) sebelumnya mengungkap bahwa 40% warga DKI Jakarta belum mendapatkan akses air bersih. Wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat menjadi daerah yang saat ini sangat membutuhkan air bersih perpipaan.

Saraswati menuturkan, dirinya kerap mendapatkan keluhan air bersih ketika beberapa kali melakukan kunjungan di dua wilayah itu. Saraswati menambahkan, warga terpaksa mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli air dari penjual keliling.

Anies pun pernah menyampaikan hal serupa. Tak sedikit warga yang harus mengeluarkan uang Rp 20.000 per hari hanya untuk membeli air bersih. Saraswati menegaskan, diperlukan komitmen yang kuat dari legislatif mendorong anggaran pemenuhan air bersih di APBD DKI.

“Salah satunya pipanisasi. Ini soal kemanusiaan, bukan politis,” tegas Saraswati yang juga calon anggota legislatif (caleg) daerah pemilihan DKI Jakarta III ini. Pengajuan penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp 1,2 triliun bagi PAM Jaya untuk membangun pipanisasi ditolak DPRD DKI.

Saraswati menyatakan keheranannya dengan hal itu. Namun Saraswati memaklumi jika pengajuan anggaran itu ditolak karena minoritasnya partai politik pendukung Anies di DPRD DKI. “Saya meminta bantuan rakyat DKI Jakarta untuk memenuhi DPRD DKI dengan politisi dari partai pendukung Anies Baswedan. Sehingga kebijakan pro rakyat seperti pemenuhan air bersih tidak dihambat,” ucap Saraswati.

Saraswati juga mendukung langkah Anies dalam menyelesaikan permasalahan swastanisasi air. Sebelumnya Anies menyebut, hasil head of agreement (HoA) atau induk perjanjian yang menjadi langkah awal untuk menghentikan swastanisasi atau privatisasi air di Jakarta akan diumumkan Senin (8/4/2019).

“Saya menyakini apapun keputusan pak Anies nanti telah melewati kajian yang matang dan memprioritaskan masyarakat. Terpenting buat saya keputusan itu mampu mendorong pemenuhan air bersih di seluruh DKI Jakarta dalam 5 tahun ini,” pungkas Saraswati



Sumber: Suara Pembaruan