Jambret Penumpang Ojek Tewas Ditembak Polisi

Jambret Penumpang Ojek Tewas Ditembak Polisi
Ilustrasi Jambret ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / YUD Senin, 8 April 2019 | 16:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi terpaksa menembak bandit yang melakukan penjambretan terhadap penumpang ojek online, di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Pelaku berinisial MSA itu ditembak hingga tewas lantaran melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri pada saat pengembangan kasus, di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

"Jadi yang bersangkutan (MSA) sempat mendorong anggota kita, lalu lari. Akhirnya kita tindak tegas dan terukur, kita bawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, kehabisan darah di jalan. Sampai di rumah sakit meninggal," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Senin (8/4/2019).

Dikatakan Argo, polisi melakukan tindakan tegas itu ketika membawa tersangka untuk menunjukkan di mana saja lokasi ketika menjalankan aksi penjambretan, di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Berdasarkan keterangan, pelaku dan kawannya HR -yang sudah lebih dulu meninggal dunia akibat jatuh dari sepeda motor pada saat beraksi-, telah melakukan penjambretan dan penodongan sebanyak 10 kali, di Jakarta.

Berikut lokasinya: Jalan Haji Achmad Bakrie Barat, Jakarta Selatan; Fly Over Dr Saharjo, Jalan Casablanca; Jalan Jatinegara Barat 3, Jakarta Timur; Jalan Mayor Jenderal DI Panjaitan Nomor 28, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur; Jalan Rawamangun Raya, Jakarta Timur; Jalan Balai Pustaka Baru, Kecamatn Pulo Gadung, Jakarta Timur; Jalan Pemuda Raya, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur; Jalan Utan Kayu, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat; Jalan Sunan Giri, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur (Depan SMK Diponegoro Rawamangun); dan Fly Over Kampung Melayu, Jalan Basuki Rahmat Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

"Ternyata pelaku ini sudah 10 TKP beraksi. Sudah melakukan penjambretan, penodongan, di 10 TKP, di Jakarta," ungkap Argo.

Argo menyampaikan, modus pelaku menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor, memepet korban, menjambret barang berharga, dan melarikan diri.

Terakhir, korbannya atas nama Ria Nurhayati (22) penumpang ojek online yang dikendarai Ajeng Hendrarthi (21). Kronologi kejadian, bermula ketika Ajeng yang hendak mengantar Ria pulang melintas dari arah Menteng menuju ke Kuningan, sekitar pukul 02.00 WIB, Jumat (5/4) kemarin.

Tiba-tiba pelaku MSA dan HR memepet sepeda motor ojek online itu dari sebelah kiri, merampas handphone korban Ria, dan langsung tancap gas melarikan diri. Akhirnya, terjadi kejar-kejaran antara pelaku dan korban.

Sesampainya, di depan Gedung Wisma Tugu, sepeda motor korban dan pelaku terjatuh. Korban Ria meninggal dunia karena kepalanya terbentur trotoar pada saat jatuh, sementara korban Ajeng mengalami luka-luka.

Sedangkan, pelaku berinisial HR juga meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Tersangka MSA mengalami luka-luka dan dibawa ke kantor polisi. Namun, MSA akhirnya meninggal dunia ditembak polisi karena melawan pada saat pengembangan kasus.



Sumber: BeritaSatu.com