Jumlah Penumpang MRT Jakarta Tembus 150.000 Orang

Jumlah Penumpang MRT Jakarta Tembus 150.000 Orang
Sejumlah warga mengikuti uji coba publik pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit) fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Jakarta, Selasa 12 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Lenny Tristia Tambun / FER Senin, 8 April 2019 | 17:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Meski sudah dioperasikan secara komersial atau masyarakat harus membayar untuk menaiki Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, namun animo masyarakat masih begitu tinggi untu menjajal transportasi publik berbasis rel ini.

Baca Juga: MRT Harus Ditopang Pembatasan Kendaraan

Terlihat dari jumlah penumpang yang sudah melampui target awal beroperasi yang diperkirakan hanya 65.000 per hari. Kini, di weekdays (hari bekerja), jumlah penumpang telah mencapai 70.000 orang per hari.

Lebih tinggi lagi pada saat weekend dan hari libur. Jumlah penumpang rata-rata mencapai 90.000 hingga 100.000 orang per hari. Bahkan pada tanggal 3 April 2019, yang merupakan hari libur nasional, jumlah penumpang menembus angka 150.000 orang.

Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendi, mengatakan, meski masyarakat harus membayar tiket untuk mencoba naik MRT Jakarta, tidak justru menurunkan jumlah penumpang. Melainkan, penumpang semakin bertambah banyak.

"Bahkan, ada yang dari daerah yang khusus datang hanya untuk naik MRT Jakarta. Biasanya di weekend, kebanyakan turis yang naik MRT Jakarta,” kata Effendi saat dihubungi wartawan termasuk Beritasatu.com, Senin (8/4/2019).

Baca Juga: Anies dan Puluhan Anggota DPRD DKI Jajal MRT Jakarta

Hal itu terlihat, dari banyaknya penumpang yang tidak tahu menggunakan kartu uang elektronik. Mulai dari membeli kartu Jelajah hingga tidak tahu bagaimana tapping kartu di passanger gate (gerbang pembayaran).

"Ternyata banyak warga daerah yang pertama kali menggunakan kartu uang elektronik dan passanger gate. Kalau teman-teman yang biasa naik KRL itu tidak jadi masalah. Seperti di Stasiun Dukuh Atas, itu ramai sekali, tetapi tidak jadi masalah, karena mereka biasa naik KRL. Tetapi di Stasiun Lebak Bulus dan Bundaran HI, banyak penumpang yang dari Tangerang, Lampung. Jadi mereka enggak pernah pakai kartu uang elektronik,” jelas Effendi.

Untuk itu, ia menempatkan dua petugas di passanger gate untuk membantu penumpang yang tidak bisa melakukan tapping kartu. Mereka akan melakukan tindakan terhadap kartu yang dipakai penumpang bila terjadi kesalahan dalam gerbang pembayaran.

"Ini kita tempatkan pada saat weekend terutama. Juga ada petugas keliling pakai pengeras suara juga kita tambahkan. Penambahan ini hanya ada di stasiun utama saja. Seperti Lebak Bulus, HI, Dukuh Atas dan Blok M. Yang ramai di empat stasiun itu,” terang Effendi.



Sumber: BeritaSatu.com