Dievaluasi DKI, MRT Jakarta Berbenah Diri

Dievaluasi DKI, MRT Jakarta Berbenah Diri
Presiden Joko Widodo (tengah) saat mencoba moda transportasi MRT dari Stasiun Bundaran HI-Lebak Bulus-Bundaran HI di Jakarta, Selasa 19 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Lenny Tristia Tambun / FER Senin, 8 April 2019 | 17:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengevaluasi pekan pertama jalannya operasional Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta secara komersial. Hasilnya, masih banyak kendala yang dihadapi dalam operasional MRT yang membuat penumpang tidak aman dan nyaman.

Baca Juga: Hal Ini Sebabkan Gerbang Pembayaran MRT Error

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Sigit Widjatmoko, saat rapat penyerapan anggaran tahun 2018 bersama Komisi B DPRD DKI di gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin (8/4/2019).

"Jadi Pemprov DKI telah melakukan evaluasi terhadap operasional MRT Jakarta selama satu pekan beroperasi komersial. Kami lakukan evaluasi pada Jumat pekan lalu,” kata Sigit.

Hasil evaluasi tersebut telah diberikan kepada PT MRT Jakarta untuk segera ditindaklanjuti dengan melakukan perbaikan. Sehingga, tingkat kenyamanan, keamanan dan kemudahan akses penumpang menikmati layanan MRT Jakarta semakin baik lagi.

Baca Juga: Tarif MRT Diskon 50% Sepanjang April

Ditempat terpisah, Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendi, membenarkan hal tersebut. Yang menjadi catatan dalam evaluasi Pemprov DKI adalah pelayanan informasi, pengoperasian mesin tiket elektronik (ticket vending machine), tapping di passanger gate (gerbang pembayaran) dan peningkatan jumlah sumber daya manusia (SDM).

"Betul. Memang banyak kendala. Masyarakat belum siap menggunakan MRT. Termasuk dalam menggunakan gerbang pembayaran dan mesin tiket elektronik. Waktu dia tapping, belum kebaca tiketnya, sudah diangkat. Nah ini yang bikin eror, bikin macet,” kata Effendi ketika dihubungi wartawan, termasuk Beritasatu.com, Senin (8/4/2019).

Untuk mengatasi masalah ini, pihaknya akan lebih banyak melakukan sosialisasi. Seiring dengan itu, pihaknya juga melakukan perbaikan ticket vending machine (TVM). Tambahan lagi, banyak penumpang yang menggunakan kartu-kartu uang elektronik yang lama.

Baca Juga: Subsidi MRT untuk Pengguna Roda Empat

"Ternyata ada nomor seri tertentu yang tidak bisa dibaca oleh passanger gate MRT. Kemudian kita undang bank, bilang apakah kartunya bisa ditarik, kita sudah undang ke stasiun. Begitu ada masalah, kita lempar ke mereka. Nanti mereka kasih masukan ke pelanggan agar ke kantor bank mereka untuk diganti kartunya," jelas Effendi.

Tak berhenti disitu, pihaknya juga memperbanyak penunjuk arah. Karena masih banyak penumpang yang belum terlalu jelas mengetahui arah keluar masuk stasiun. "Sebenarnya sudah ada. Tapi akan kami perbanyak penunjuk arahnya," ujar Effendi.

Perusahaannya juga menambah petugas di beberapa stasiun inti. Seperti Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Dukuh Atas, Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Stasiun Blok M. Karena pada saat weekend atau hari libur, justru yang banyak naik adalah turis dari mancanegara atau domestik.

"Saat libur banyak turis daripada penumpang. Jadi kita harus nambah petugas. Karena pertanyaan mereka lucu dan aneh-aneh. Nah petugas ini akan keliling stasiun dengan memakai pengeras suara untuk memberitahukan tidak bisa top up kartu uang elektronik dan satu kartu untuk satu orang, tidak bisa untuk ramai-ramai," pungkas Effendi.



Sumber: BeritaSatu.com