Polisi Tembak Pengedar Sabu di Bekasi

Polisi Tembak Pengedar Sabu di Bekasi
Tersangka pengedar sabu, Benny, diamankan Polrestro Bekasi karena kedapatan mengedarkan sabu dan pelaku dirilis, Senin (8/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / FER Senin, 8 April 2019 | 20:01 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Anggota Reserse Narkoba Polrestro Bekasi, menembak seorang pengedar narkotika jenis sabu di Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Polisi Bekuk 4 Pengedar Sabu di Bekasi

Tersangka Benny (40) ditembak pada betis kanannya karena pelaku hendak berupaya merampas pistol petugas, saat melakukan pengembangan.

"Pelaku terpaksa dilumpuhkan, saat dilakukan pengembangan untuk mencari rekannya yang buron," ujar Kasubag Humas Polrestro Bekasi, AKP Sunardi, Senin (8/4/2019).

Sunardi mengatakan, anggota di lapangan terpaksa menembak ke bagian betis pelaku karena dianggap membahayakan petugas, saat mencari rekan pelaku berinisial J.

"Tindakan tegas terukur sudah pasti kami lakukan, karena tersangka melakukan perbuatan yang membahayakan penyidik maupun masyarakat saat itu," kata Sunardi.

Baca Juga: BNN Ciduk 3 Pengedar Narkoba Rumahan

Penangkapan terhadap tersangka Benny dilakukan kediamannya, ‎di Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, pada Jumat (5/4/2019) lalu. "Dari tangan tersangka, polisi menyita sabu seberat 500 gram," tutur Sunardi.

Benny ditangkap berdasarkan informasi masyarakat yang curiga dengan aktivitasnya. "Saat rumahnya digeledah, tersangka merupakan pengedar sabu," imbuh Sunardi.

Kepada penyidik, Benny mengaku memperoleh sabu dari rekananya berinisial J, di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Petugas kemudian mengembangkan kasusnya dan bergerak ke rumah J sambil membawa Benny untuk menunjukkan lokasinya. "Tersangka melakukan perlawanan saat itu," ucap Sunardi.

Tersangka sempat dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil.

Hingga kini penyidik masih menggali keterangan tersangka. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara di at‎as empat tahun.



Sumber: Suara Pembaruan