Selama Sepekan Festival Wasta Digelar di Bogor

Selama Sepekan Festival Wasta Digelar di Bogor
Mantan Presiden Indonesia BJ Habibie saat membuka Festival wastra terbesar ini diselenggarakan di Museum Kepresidenan Republik Indonesia, Balai Kirti, Istana Bogor, Senin, 8 April 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / CAH Selasa, 9 April 2019 | 09:40 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Festival Wastra Nusantara di Museum Kepresidenan Balai Kirti RI di Istana Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 100 kain bersejarah milik para tokoh perempuan Indonesia dipamerkan dalam Festival Wastra Nusantara (FWN).

Festival wastra terbesar ini diselenggarakan di Museum Kepresidenan Republik Indonesia, Balai Kirti, Istana Bogor, 8-14 April 2019 dan dibuka oleh mantan Presiden RI ke-3 BJ Habibie.

Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjen Kebudayaan) Kemendikbud Hilmar Farid, menjelaskan, wastra adalah kain tradisional yang memiliki makna dan simbol tersendiri, yang mengacu pada dimensi warna, bahan, dan ukuran. Wastra dapat berupa batik, songket, dan tenun.

“Wastra dianggap bernilai tinggi karena setiap wastra sejatinya memiliki sejarah dan maknanya masing-masing,” kata Hilmar dalam Pembukaan Festival Wastra Nusantara, di Museum Kepresidenan Republik Indonesia, Balai Kirti, Bogor, Senin (8/4/2019).

Dijelaskan Hilmar, festival ini merupakan kali pertama diselenggarakan dengan menampilkan koleksi wastra para ibu negara, mulai dari ibu negara pertama hingga ibu negara saat ini. Selain itu, juga ditampilkan koleksi para tokoh nasional dan kolektor yang diseleksi secara khusus oleh tim kurator.

“FWN ingin mengajak masyarakat luas untuk melihat bagaimana peradaban wastra dari masa ke masa, dengan cara yang menarik. Salah satunya dengan memamerkan kain-kain milik para menteri perempuan sampai Ibu Negara,” paparnya.

Wastra tidak sekedar kain tetapi ada nilai-nilai dan filosofinya. Ke depan, tidak hanya di Bogor, Kemendibud akan berkeliling untuk memamerkannya ke seluruh Indonesia mulai bulan Mei 2019.

“Ada 111 museum di Indonesia yang dikelola oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Dengan cara itu, kita dapat meneruskan nilai nilai kepada generasi berikutnya,” pungkasnya,” kata Hilmar.

Festival Wastra Nusantara ini menampilkan wastra nusantara yang mempunyai simbol-simbol dan makna tersendiri dari berbagai provinsi, baik tenun, ulos, batik, dan songket. Kegiatan ini diisi dengan peragaan busana 12 peragawan dan 11 desainer. Selain itu, seminar wastra nusantara, lokakarya membatik, serta bazar wastra nusantara.

Festival tersebut memamerkan 100 kain wastra yang terdiri dari batik, tenun, ikat dan lainnya, termasuk milik ibu negara dari Fatmawati hingga Iriana Joko Widodo.Kain-kain batik beragam motif milik Ainun Besari Habibie juga turut dipamerkan. Juga kain wasra milik Ani Yudhoyono.

Anissa Pohan dalam keteranganya menuturkan, kain wastra milik Ani Yudhoyono yang dipamerkan terdiri dari beberapa dan salah satunya pemberian Michelle Obama, istri dari mantan Presiden Amerika Barack Obama.

Belajar Batik

Sementara Kepala Museum Kepresidenan RI Bogor, Amurwani Dwi Lestariningsih juga menjelaskan, festival nantinya memberikan melalui seminar dan belajar membatik bagi anak SD.

Seminar dengan tema "Wastra Nusantara: Tradisi dan Inovasi" hadir pada Selasa, 9 April 2019. Seminar dikemas dalam format talkshow dan menghadirkan narasumber yang akan membuka wawasan peserta seminar tentang kekayaan dan keragaman wastra nusantara.

Sementara Kepala Museum Kepresidenan RI Bogor, Amurwani Dwi Lestariningsih juga menjelaskan, festival nantinya memberikan melalui seminar dan belajar membatik bagi anak SD.

Kata dia, pengunjung dapat menikmati kekayaan warisan budaya Indonesia ini gratis dan tentu saja mengikuti jadwal berkunjung, yakni mulai pukul 09.00-15.00 WIB setiap hari, kecuali Sabtu hanya sampai pukul 13.00.

“Karena berlokasi di lingkungan Istana Bogor, Jawa Barat, pengunjung diharapkan membawa tanda pengenal yang masih berlaku dan berpakaian sopan, rapi, tidak memakai kaos, baju tidak berlengan dan bercelana pendek, apalagi mengenakan jin,” tukas Amurwani.

 



Sumber: BeritaSatu.com