Said Iqbal: Ratna Minta Dipertemukan dengan Prabowo

Said Iqbal: Ratna Minta Dipertemukan dengan Prabowo
Hadir Sebagai Saksi, Amien Rais Dimintai Keterangan Terkait Hoaks Ratna Sarumpaet ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Bayu Marhaenjati / BW Selasa, 9 April 2019 | 12:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU), menghadirkan saksi Said Iqbal dalam sidang lanjutan kasus berita bohong dengan terdakwa Ratna Sarumpaet, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019).

Pada kesaksiannya, Said Iqbal mengaku diminta Ratna untuk mempertemukan Ratna dengan Prabowo Subianto terkait kasus penganiayaan yang belakangan diketahui merupakan kebohongan.

Mulanya, Said Iqbal mengatakan, staf Ratna bernama Saharudin menghubunginya sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat 29 September 2018 lalu. Karena sedang mengisi acara talkshow di sebuah stasiun televisi, teleponnya mati. Kemudian, Saharudin menelepon stafnya menyampaikan Ratna mau berbicara.

"Pukul 22.00 selesai, saya kembali naik taksi. Kemudian, telepon dari Saharudin masuk lagi mengatakan kak Ratna mau bicara. Telepon diberikan kepada saya, kak Ratna menyampaikan meminta saya untuk datang ke rumah," ujar Said Iqbal.

Dikatakan Said Iqbal, dirinya sempat menolak permintaan Ratna karena kondisi hujan dan macet. Lalu, telepon terputus karena tidak dapat sinyal.

"Kemudian kak Ratna menelepon kembali, melalui telepon Saharudin, sambil terisak menangis mengatakan kamu harus datang karena kakak dianiaya. Sisi kemanusiaan saya terpanggil," ungkap Said.

Kemudian, Said yang merupakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu, meminta taksinya belok ke kiri mengarah ke rumah Ratna, di Kampung Melayu, Jakarta Timur.

"Sampai di sana pukul 11 malam, saya bertemu dengan Saharudin di pintu gerbang, dipersilakan masuk, kak Ratna bertemu dengan saya dan menjelaskan tentang penganiayaan, sambil menunjukkan handphone juga ada foto lebam. Sebagai manusia, saya bereaksi karena saya tahu kakak merupakan aktivis yang selalu membela orang kecil, saya terpanggil untuk mengetahui," kata Said Iqbal.

Said Iqbal menambahkan, reaksi pertamanya ketika mengetahui kalau Ratna mengalami penganiayaan adalah memintanya lapor polisi terkait penganiayaan agar dilakukan visum. "Tetapi kak Ratna menjawab ada pertimbangan tidak lapor polisi karena nanti tidak ada kejelasan," kata Said Iqbal.

Tak lama datang rekan Said Iqbal bernama Andi Harnoko, kemudian Ratna menceritakan kronologi penganiayaan di dekat Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

"Kak Ratna cerita terjadinya penganiayaan di Bandung, setelah mengantar dua sahabatnya, ke Bandara Husein Sastra Negara, kemudian ditarik keluar dari taksi yang mengantar kak Ratna dan dianiaya. Kemudian kak Ratna diantar ke salah satu rumah sakit di Cimahi. Setelah itu, beliau menelepon sahabatnya seorang dokter yang kemudian menindaklanjuti hasil pengobatan di rumah sakit. Itu yang saya dengar, dan waktu itu saya tidak tahu kalau itu adalah sebuah kebohongan," jelas Said Iqbal.

Said Iqbal menuturkan, pada perbincangan itu, Ratna juga meminta untuk dipertemukan dengan Prabowo Subianto. "Kak Ratna juga menyampaikan pada kesempatan itu, ada permintaan untuk dipertemukan dengan Pak Prabowo Subianto tentang penganiayaan. Karena itu Jumat malam, saya bilang kak Ratna mungkin besok pagi. Sabtu paginya, saya telepon ajudan untuk minta bertemu dengan pak Prabowo," kata Said Iqbal.

Said Iqbal sempat bertanya, mengapa Ratna meminta dirinya untuk dipertemukan dengan Prabowo. "Saya tanya, kenapa harus saya? Kak Ratna menyampaikan sebelumnya sudah berbicara dengan Fadli Zon. Kalau sudah bicara dengan bang Fadli Zon kenapa harus saya lagi? Ya kamu kan dikenal untuk memperkuat, bahkan bang Fadli Zon katanya sudah mengatur untuk bertemu," katanya.

Said Iqbal menuturkan, dirinya baru mendapatkan balasan dari ajudan pada 1 Oktober 2018. Infonya, Prabowo berkenan bertemu dengan Ratna pada 2 Oktober.



Sumber: BeritaSatu.com