Park and Ride MRT Akan Ditambah Bertahap

Park and Ride MRT Akan Ditambah Bertahap
Sejumlah penumpang di dalam perjalanan kereta MRT pada hari pertama fase operasi secara komersial (berbayar) dari Stasiun MRT Bunderan HI, Jakarta, Senin 1 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 9 April 2019 | 14:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Seiring banyaknya keluhan masyarakat yang merasa area parkir kendaraan pribadi yang terlalu jauh dari lokasi Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan dirasakan masih kurang, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan menyediakannya secara bertahap.

“Untuk kantong-kantong parkir, nanti PT MRT Jakarta akan menyediakan semuanya,” kata Anies seusai membuka Kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Dinas Kesehatan DKI di Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019).

Kondisi area park and ride yang masih cukup jauh dari lokasi stasiun MRT dan belum ada di semua stasiun MRT, dikarenakan pembangunan MRT yang dilakukan selama ini belum berkonsentrasi pada integrasi.

“Seperti saya garis bawahi, konsentrasinya kan selama ini bukan pada integrasi,” ujar Anies Baswedan.

Baru belakangan ini, lanjutnya, konsep integrasi digenjot ketika MRT Jakarta sudah mulai dioperasikan pada 1 April lalu secara komersial. Berbagai kendala dan hambatan pada pekan pertama beroperasi komersial, yang dicatat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan perlu dievaluasi oleh PT MRT Jakarta adalah kurangnya lokasi park and ride di sepanjang lintasan MRT Jakarta.

Permasalahan park and ride sedang dicarikan jalan keluarnya oleh PT MRT Jakarta. Saat ini, perusahaan tersebut sudah menyediakan tiga lokasi park and ride. Satu di lahan eks Polri di dekat kawasan Stasiun Lebak Bulus, dan dua lahan lainnya ada di dekat Stasiun Fatmawati.

Untuk menyediakan banyak kantong-kantong parkir agar pengguna kendaraan pribadi mau berpindah menggunakan MRT, menurut Anies Baswedan sedang diupayakan PT MRT Jakarta. Namun, untuk merealisasikan hal itu membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Baru sekarang digenjot. Tentu perlu waktu tetapi kita harapkan itu semua bisa ditangani dengan cepat,” tegas Anies Baswedan.

Meski area park and ride belum banyak atau lokasinya cukup jauh dari Stasiun MRT, bukan berarti para pengguna kendaraan pribadi boleh memarkirkan kendaraannya sembarangan. Anies menegaskan pemilik kendaraan pribadi yang parkir sembarangan tetak akan dikenakan sanksi karena telah melanggar aturan.

“Iya. Pokoknya kalau melanggar ketentuan, pasti dikenakan sanksi,” terang Anies Baswedan.

Lahan park and ride di area Stasiun Lebak Bulus memiliki luas sekitar 8.000 meter persegi. Di lokasi tersebut bisa menampung 157 mobil dan 500 motor. Tarif yang dipatok pun tidak memberatkan calon penumpang MRT, yakni hanya Rp 5.000 per hari untuk mobil dan Rp 2.000 per hari untuk kendaraan roda dua.

Kemudian dua lahan park and ride lainnya ada di kawasan Stasiun Fatmawati dengan masing-masing luasnya 2.500 meter persegi di South Quarter dan 3.000 meter persegi di lahan milik PT Jakarta Tourisindo.

Untuk park and ride di South Quarter mampu menampung 80 mobil dan 30 motor. Sedangkan di lahan Jaktour mampu menampung 48 mobil dan 100 motor. Untuk tarif parkir sama dengan tarif yang diberlakukan di park and ride Stasiun Lebak Bulus.

Pengelola tiga lahan park and ride ini adalah UP Perparkiran Dinas Perhubungan DKI. Dengan jam operasional dari jam 05.30 pagi sampai 22.30 WIB.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan jumlah park and ride akan terus bertambah. Saat ini, pihaknya sedang gencar untuk melakukan pendekatan bagi pihak-pihak lain yang ada di sekitar rute MRT Jakarta untuk mau menyediakan lahannya sebagai park and ride.

“Kita akan tambah terus park and ride ini. Mudah-mudahan bulan depan, kita sudah bisa kasih progres mana lagi yang sudah mau menyediakan park and ride untuk penumpang MRT Jakarta,” kata William Sabandar.



Sumber: BeritaSatu.com