Anies Jamin Udara Jakarta Lebih Sehat di 2020

Anies Jamin Udara Jakarta Lebih Sehat di 2020
Polusi di Jakarta. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / WBP Selasa, 9 April 2019 | 15:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dikritik Greenpeace Indonesia sebagai salah kota yang memiliki kualitas udara terburuk di Asia Tenggara, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjamin kualitas udara Ibu Kota akan semakin baik pada 2020 mendatang. Rasa optimistis tersebut sejalan upaya Pemerintah Provini (Pemprov) DKI melakukan berbagai program pengendalian udara. Salah satunya mengonversi armada Transjakarta dari bahan bakar gas (BBG) menjadi listrik.

“Nanti Transjakarta kita akan konversikan ke listrik. Sehingga itu mengurangi polusi udara. Lalu, emisi kendaraan pribadi juga kita lakukan pengendalian ketat. Kita akan mulai laksanakan. Insyaallah akan mulai dilaksanakan tahun 2020,” kata Anies Baswedan di Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019).

Tidak hanya itu, Anies Baswedan berencana memberikan intensif terhadap kendaraan bermotor yang mengurangi emisi gas buang. Intensifnya diarahkan pada pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB). Namun bentuknya seperti apa, ia belum bisa menjelaskan lebih lanjut. “Nanti akan ada list intensifnya, bentuknya pajak. Nanti kita umumkan secara lengkap,” ujar Anies Baswedan.

Diakui Anies Baswedan, dari dulu kualitas udara di Jakarta tidak baik. Untuk itu, diperlukan gerakan bersama-sama dengan berbagai pihak. Pemprov DKI tidak bisa bergerak sendiri untuk menciptakan udara bersih bagi warganya.

“Kita perlu gerakan sama-sama, termasuk Pemprov DKI melakukan langkah-langkah pengendalian emisi udara. Dengan dimulai bahan bakar kendaraan umum massal konversi ke listrik. Itu langkah pertama yang kita lakukan. Kita sedang persiapan,” terang Anies Baswedan.

Seperti diketahui, DKI Jakarta menjadi kota dengan tingkat polusi nomor satu di Asia Tenggara pada 2018 menurut laporan Air Visual IQAir yang bekerja sama dengan Greenpeace. Laporan ini telah diserahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Selasa (5/3/2019) lalu dan dipublikasikan oleh Greenpeace melalui media sosial. Jakarta dikhawatirkan menggeser posisi kota-kota di Tiongkok yang indeks udaranya semakin membaik. Laporan itu menemukan bahwa rata-rata kualitas harian di Jakarta pada 2018 dengan indikator 2,5 PM adalah 45,3 mikrogram per meter kubik udara.



Sumber: BeritaSatu.com