Anies Minta Tiga Pendekatan dalam Penyelenggaraan Kesehatan

Anies Minta Tiga Pendekatan dalam Penyelenggaraan Kesehatan
Gubernur DKI, Anies Baswedan. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia )
Lenny Tristia Tambun / JAS Selasa, 9 April 2019 | 16:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta jajaran Dinas Kesehatan DKI melakukan tiga pendekatan dalam penyelenggaraan kesehatan di Ibu Kota. Hal itu diungkapkannya saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Dinas Kesehatan DKI di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019). 

Tiga pendekatan sistem yang dimaksud Anies adalah analitis, praktik terbaik, serta adaptasi.

"Saya ingin mengusulkan, ada tiga hal yang mudah-mudahan nanti bisa Bapak/Ibu sama-sama pikirkan di dalam proses Raker ini. Tiga hal ini bisa disebut sebagai tiga system approach. Terkait pertama adalah analytic. Yang kedua best practice. Yang ketiga adaption," kata Anies dalam acara tersebut.

Pendekatan pertama, analytic (analisis) artinya proses mencatat, menganalisa semua data dan bukti lapangan terkait masalah dan pelayanan kesehatan. Baik data klinis, finansial, rantai suplai, kepuasan pasien, kepuasan masyarakat, dan berbagai data operasional lainnya.

Data kondisi maupun kinerja tersebut di Jakarta sudah tersedia, dan semuanya akan menjadi bahan melakukan langkah berikutnya dalam perumusan kebijakan.

Kemudian, pendekatan kedua, best practice (praktik terbaik yang pernah dilakukan) atau inovasi. Kesehatan merupakan salah satu sektor dengan sumber daya yang terseleksi ketat dan sudah seharusnya menjadi pusat inovasi. Inovasi dunia kesehatan harus bisa ditangkap oleh radar pemangku kebijakan dan bisa menjadi percontohan untuk diterapkan di seluruh wilayah Ibu Kota.

Adapun pendekatan ketiga, adaption (adaptasi) yang bermakna setiap inovasi baik dan bermanfaat harus bisa menyebar secara cepat. Inovasi sektor kesehatan harus didorong untuk maju dan tidak boleh dihambat. Inovasi sebagai solusi atas masalah kesehatan juga harus memperlihatkan kontekstual, bukan serta-merta disalin begitu saja.

"Saya berharap, Rakerda kali ini dijadikan sebagai salah satu titik awal transformasi pelayanan kesehatan yang inklusif, pelayanan kesehatan berkualitas. Dan kalau perlu, disiapkan gugus tugas khusus untuk mengawal transformasi ini, sehingga transformasi ini bisa berjalan dengan baik," ujar Anies Baswedan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menegaskan Pemprov DKI Jakarta harus berkolaborasi bersama masyarakat untuk berani merumuskan masalah sesuai kenyataan di lapangan.

“Solusi-solusi yang dihadirkan dalam penyelenggaraan sistem kesehatan Jakarta pada masa depan harus dilihat dari kacamata masyarakat (perspektif warga), sehingga kebijakan yang dihadirkan benar-benar dirasakan kebermanfaatannya,” terang Anies Baswedan



Sumber: BeritaSatu.com