Anies Rencanakan Bus Listrik, Saraswati: Polusi Udara Berkurang

Anies Rencanakan Bus Listrik, Saraswati: Polusi Udara Berkurang
Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saat menghadiri kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 7 April 2019. ( Foto: Istimewa )
Carlos KY Paath / AO Rabu, 10 April 2019 | 10:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merencanakan penggunaan bus bertenaga listrik di Ibu Kota. Wacana ini didukung anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djokohadikusumo. Menurut Saraswati, kebijakan Anies tersebut merupakan langkah maju untuk mengurangi emisi gas buang yang mengotori udara Jakarta.

“Langkah yang tepat mengingat polusi di kota Jakarta cukup tinggi,” kata Saraswati dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Rabu (10/4). “Buat saya, indikator kota sehat dan ramah lingkungan salah satunya dilihat dari tingkat polusi udara,” ujar Saraswati.

Keponakan calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto tersebut mengungkap, pengunaan bus listrik juga mengurangi polusi suara dari kendaraan bermotor. Jakarta menempati puncak daftar kota paling berpolusi udara di Asia Tenggara pada 2018.

Sebagaimana hasil studi oleh Greenpeace dan IQ AirVisual yang dilansir Selasa (5/3). Greenpace juga menempatkan Jakarta di urutan 161 untuk kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Rata-rata harian kualitas udara di Jakarta lebih buruk 4,5 kali lipat dari batas aman dan batas sehat WHO.

Greenpace menyebutkan polusi udara di Jakarta disebabkan emisi kendaraan bermotor. Saraswati menilai penggunaan tenaga listrik untuk transportasi perlu dimaksimalkan untuk mengurangi polusi udara itu.

Pengunaan bus listrik sudah lazim dimanfaatkan di negara-negara maju seperti Tiongkok, Eropa dan Amerika. Karena itu Saraswati berharap ke depan pengunaan listrik tidak hanya pada transportasi publik. Melainkan juga untuk kendaraan operasional pemerintah dan pribadi.

Saraswati menyatakan, pemerintah pusat perlu membantu mendorong pengunaan listrik semakin optimal. “Membantu pendanaan, penyediaan pusat charge listrik dan bisa juga opsi pengurangan pajak untuk kendaraan listrik,” ucap Saraswati.

Calon anggota legislatif daerah pemilihan III DKI tersebut pun menyebut, “Segala upaya untuk mengurangi polusi udara di Jakarta sudah harus dilakukan dan salah satunya bisa dengan pengunaan bus listrik.

Sebelumnya, Anies mengungkap, Pemerintah Provinsi DKI akan membuat rancangan kota ramah lingkungan untuk Jakarta dengan berpatokan dari rancangan C40 Cities Climate Leadership Group. Sebab, rancangan C40 sukses menghilangkan gelar kota terpolusi di Beijing, Tiongkok.

Salah satu cara mengurangi tingkat polusi udara di Jakarta dengan mencontoh Beijing adalah dengan mengganti moda transportasi umum dengan yang berbahan bakar listrik. Anies menyatakan, konversi dari kendaraan tenaga berbasis fosil menjadi tenaga yang ramah lingkungan sepatutnya dilakukan.

“Yang mulai harus pemerintah. Dan Jakarta komitmen untuk memulai itu,” ungkap Anies. Konversi dengan menguji coba bus listrik bakal dilaksanakan tahun ini. PT Transjakarta akan melakukan uji coba bus listrik di rute Bundaran Senayan-Monas di jalur feeder atau non-bus rapid transit (BRT).

Uji coba ini akan dilakukan mulai Mei 2019. Rencananya, uji coba dilakukan selama enam bulan dengan mengoperasikan 10 bus listrik. “Nanti setelah uji coba kita akan tahu bagaimana secara ekonomisnya, penghitungannya, dari situ baru tahu konversinya,” kata Anies.

Anies pun menambahkan, “Kalau konversi artinya ada unsur investasi, ada perhitungan keuangannya, dan dari sana kita tahu waktunya berapa lama kita bisa melakukan”.



Sumber: Suara Pembaruan