JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Bos Forex Hary Suwanda

JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Bos Forex Hary Suwanda
Sidang lanjutan kasus penggelapan dan penipuan investasi bodong yang menjerat Bos Forex Surabaya Hary Suwanda dan rekannya, Raywond Rawung kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Rabu (10/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 10 April 2019 | 23:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sidang lanjutan kasus penggelapan dan penipuan investasi bodong yang menjerat Bos Forex Surabaya, Hary Suwanda, dan rekannya, Raywond Rawung, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Rabu (10/4/2019).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Arih Wira Suranta, menilai, eksepsi terdakwa sudah masuk pokok perkara.

"Eksepsi tim kuasa hukum terdakwa tidak berasalan dan berada di luar lingkup eksepsi. Sudah masuk pokok perkara, karena itu tidak akan kami bahas," jelas Arih.

Baca Juga: Hakim Tolak Penangguhan Penahanan Bos Forex Hary Suwanda

Menurut Arih, eksepsi kuasa hukum terdakwa masuk dalam ranah pembuktian. "Apa yang mereka bahas sudah masuk ke materi pembuktian. Itu nanti dong. Karena eksepsi hanya menyangkut dakwaan, memenuhi syarat materiil berdasarkan Pasal 143," terang Arih.

Arih menambahkan, dakwaan yang dibuat sudah memenuhi syarat. "Tanggapan sudah sesuai dengan pasal 156 ayat 1 KUHAP," terang Arih.

Karena itu, Arih mengajukan permohonan kepada Majelis Hakim untuk menolak seluruh eksepsi dari kuasa hukum terdakwa. Artinya, menyatakan dakwaan sudah memenuhi syarat dan memohon perkara tetap dilanjutkan.

Terkait hal itu, Kuasa Hukum terdakwa Tommy Apriawan menilai JPU tidak memberikan tanggapan secara menyeluruh. "JPU tidak memberikan tanggapan secara spesifik atas eksepsi yang kuasa hukum ajukan, tidak menanggapi keseluruhan. Cuma secara normarif saja," kata Tommy.

Sementara itu, Majelis Hakim, Machri Hendra, mengatakan, pembelaan terdakwa sudah diatur Undang-undang (UU).

"Saudara punya hak pembelaan dan itu diatur UU. Apa yang ada bukti di saudara diserahkan saja. Nanti ada waktunya," kata Machri.

Sidang kasus ini, selanjutnya akan digelar di PN Jakarta Barat pada Rabu (24/4/2019) dengan agenda putusan sela.

Sebelumnya, JPU mendakwa kedua terdakwa dengan pasal berlapis. Pertama Pasal 3 dan Pasal 4 UU RI No. 08 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Pasal 5 ayat 1 Jo Pasal 2 Huruf (q) dan (r) UURI No. 08 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Selanjutnya, adalah pasal 378 KUHP tentang penipuan, dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan.



Sumber: BeritaSatu.com