Anies Minta Pelayanan Kesehatan Fokus ke Masyarakat Urban

Anies Minta Pelayanan Kesehatan Fokus ke Masyarakat Urban
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di Pancoran dan Cawang, Kamis, 4 Februari 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 11 April 2019 | 16:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam penyelenggaraan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Raker Kesda) Dinas Kesehatan DKI pada hari ketiga di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta pelayanan kesehatan Jakarta di tahun 2019 difokuskan untuk masyarakat urban (perkotaan).

"Saya mengharapkan hasil Raker Kesda ini, akan ada banyak terobosan di bidang pelayanan kesehatan yang muncul. Terutama pelayanan kesehatan difokuskan pada masyarakat urban,” kata Anies di Raker Kesda Dinas Kesehatan, Kamis (11/4/2019).

Mengenai pelayanan kesehatan, Anies memiliki pandangan terkait spesifikasi untuk masyarakat perkotaan, dimana pelayanan kesehatan di Jakarta harus di design sedemikian rupa agar menyesuaikan dan menyelesaikan masalah-masalah masyarakat urban.

"Kita tinggal di perkotaan dan tantangan kesehatannya memiliki keunikan tersendiri yang harus kita antisiapasi segala permasalahannya. Sehingga kita butuh kebijakan pelayanan kesehatan yang spesifik untuk perkotaan,” ujar Anies Baswedan.

Karena itu, kata Anies, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama dengan instansi atau lembaga yang bergerak di bidang kesehatan di Jakarta, harus fokus dengan masalah kesehatan perkotaan. Diantaranya, bagaimana menyusun kebijakan kesehatan di Jakarta, Penting bagi kita punya pendekatan sistem analitik, best practice, dan adaption dalam hal pelayanan kesehatan.

Untuk itu, lanjut Anies, jika Pemprov DKI Jakarta mampu membuat kebijakan yang dapat spesifik menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat urban maka diyakini akan mampu bersanding dengan ibukota di negara maju dalam bidang pelayanan kesehatan.

"Kita berharap Jakarta dapat menjadi tempat contoh pelayanan kesehatan standarnya equivalents dengan ibukota anggota G-20,” pungkasnya.

Dalam acara yang bertemakan Inovasi terkait sinergi optimalisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu juga dihadiri jajaran Pemprov DKI Jakarta dan Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek, beserta jajaran.

Juga turut hadir beberapa organisasi internasional di bidang kesehatan antara lain Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, World Health Organization (WHO), The United Nations Children's Fund (UNICEF), dan South East Asian Ministers of Education Organization Regional Center for Food and Nutrition (SEAMEO-RECFON).



Sumber: BeritaSatu.com