Ini Strategi PT MRT Jakarta Atasi Penumpang Membludak

Ini Strategi PT MRT Jakarta Atasi Penumpang Membludak
Sejumlah penumpang di dalam perjalanan kereta MRT pada hari pertama fase operasi secara komersial (berbayar) dari Stasiun MRT Bunderan HI, Jakarta, Senin 1 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Lenny Tristia Tambun / CAH Jumat, 12 April 2019 | 10:19 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Masih didiskonnya tarif tiket Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta sebesar 50 persen dari harga normal, membuat jumlah penumpang semakin banyak setiap hari. Bahkan, di hari libur nasional atau weekend, jumlah penumpang sempat tembus ke angka 150.000 orang.

Rata-rata, jumlah penumpang MRT Jakarta sekitar 70.000 hingga 80.000 orang setiap harinya. Jumlah ini telah melampui target jumlah penumpang di tahun 2019 yakni 65.000 orang per hari.

Namun, meskipun jumlah penumpang yang ingin menjajal naik MRT Jakarta membeludak setiap harinya, tidak membuat PT MRT Jakarta berhenti memperbaiki kekurangan yang ada. Justru dengan jumlah penumpang yang cukup tinggi setiap harinya, BUMD DKI ini terus memperbaiki diri agar kepuasan penumpang tetap terjaga.

Tujuan akhirnya adalah, mereka mau menjadi penumpang setia (loyal customer) MRT Jakarta. Mau berpindah dari menggunakan kendaraan pribadi ke MRT Jakarta dalam beraktivitas setiap harinya.

Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan beberapa strategi untuk mengatasi jumlah penumpang yang membeludak setiap harinya.

Strategi ini untuk mengatasi antrean panjang penumpang saat membeli tiket dan menempelkan kartu di gerbang pembayaran. Serta membantu penumpang mendapatkan informasi yang benar dan tepat terkait MRT Jakarta.

“Jadi strateginya adalah perbanyak petugas dan volunteer di seluruh stasiun MRT Jakarta. Lalu perbaiki passenger gate (gerbang pembayaran) agar dapat berfungsi dengan baik serta memperbaiki mesin tiket otomatis (ticket vending machine-TVM),” kata Effendi kepada Beritasatu.com, Jumat (12/4/2019).

Strategi ini dilakukan, lanjut Effendi, tidak hanya untuk memberikan kepuasan pelayanan kepada penumpang, tetapi juga menuju peningkatan operasional MRT Jakarta yang mulai 1 Mei 2019 mendatang akan memiliki headway sekitar lima menit per kereta.

“Mulai 1 Mei 2019, tarif tiket MRT kembali normal. Nah menuju semuanya itu, kita sudah lakukan persiapan dengan strategi ini. Juga membantu kita melayani penumpang yang saat ini sudah mencapai 83 ribu orang,” ujar Effendi.

Perbaikan gerbang pembayaran terus dilakukan sehingga penumpang bisa melakukan tapping kartu tiket elektronik atau kartu uang elektronik dari bank dengan baik. Tanpa ada macet lagi yang membuat antrean penumpang menjadi panjang di gerbang pembayaran.

“Kita juga sudah rapatkan. Nanti akan ada staf kami yang akan membantu penumpang untuk menggunakan gerbang pembayaran dengan benar. Jadi di gerbang pembayaran akan ada staf yang menjaganya,” terang Effendi.

 



Sumber: BeritaSatu.com