26 Mesin Tiket MRT Otomatis Siap Beroperasi Minggu

26 Mesin Tiket MRT Otomatis Siap Beroperasi Minggu
Penumpang menunggu kereta MRT pada hari pertama fase operasi secara komersial (berbayar) dari Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Senin 1 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Lenny Tristia Tambun / FMB Jumat, 12 April 2019 | 10:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Untuk mengatasi antrean panjang warga yang ingin membeli tiket Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sedang menyiapkan tiket mesin otomatis (ticket vending machine/TVM) di setiap stasiun.

Nantinya, setiap stasiun akan dipasangkan dua unit TVM. Dengan begitu total TVM yang disediakan PT MRT Jakarta di seluruh stasiun ada sebanyak 26 unit.

Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendi mengatakan dalam sepekan ini, pihaknya sedang berupaya keras menyelesaikan pemasangan TVM di 13 stasiun MRT Jakarta.

“Insyaallah, sampai hari Jumat ini, TVM sudah beroperasi di seluruh stasiun. Nanti ada dua TVM di masing-masing stasiun. Insyaallah pemasangan sudah selesai Jumat ini. Hari Minggu, penumpang sudah bisa menggunakan TVM di semua stasiun MRT,” kata Effendi kepada Beritasatu.com, Jumat (12/4/2019).

Untuk mencegah adanya kerusakan saat penggunaan, maka ia meminta kontraktor pengadaan TVM tetap memberikan pendampingan di setiap stasiun, sehingga bila terjadi kerusakan, petugas dari kontraktor tersebut bisa langsung memperbaikinya.

“Takut kalau ada apa-apa karena teknologi TVM ini sensitif. Jadi, selain menempatkan petugas dari kontraktor, kita juga menempatkan staf untuk mengawasi penumpang yang menggunakannya,” ujar Effendi.

Diakui Effendi, tingkat sensitifitas TVM ini terhadap uang pecahan kertas sangat tinggi, sehingga uang pecahan kertas yang tidak mulus, sulit diterima mesin. Pasti akan dikeluarkan lagi oleh mesin sampai dimasukkan uang pecahan kertas yang mulus, tidak lecek atau uang kertas baru.

Hal itu juga dialami saat Beritasatu.com mencoba membeli tiket dari mesin tiket otomatis di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia dengan tujuan Stasiun MRT Dukuh Atas. Total jumlah harga tiket yang harus dibayarkan sebesar Rp 16.500. Dengan rincian, deposit kartu Rp 15.000 dan tarif tiket satu stasiun Rp 1.500.

Saat memasukkan uang kertas Rp 10.000 dan Rp 5.000 ke TVM, berjalan dengan baik, tetapi saat memasukkan uang pecahan kertas Rp 2.000 ditolak berkali-kali. Akhirnya, tiket baru bisa keluar ketika dimasukkan uang koin dengan pecahan Rp 1.000 dan Rp 500.

“Kita sudah minta sama Direktur Konstruksi untuk menurunkan tingkat sensitivitas TVM,” tutur Effendi.

Masalah lain yang harus diperbaiki dari TVM ini, lanjut Effendi adalah uang kembalian dari TVM masih berbentuk uang koin. Hal itu cukup menyulitkan penumpang yang dinilainya kurang menyukai uang kembalian berbentuk koin.

“Saya ingin uang kembalian itu bisa keluar uang pecahan kertas Rp 10.000, Rp 5.000 dan Rp 2.000. Jangan ketika uang kembalian Rp 10.000 yang keluar uang koin semua. Saya lagi kejar Bu Silvi (Direktur Konstruksi),” terang Effendi.



Sumber: BeritaSatu.com