PT MRT Jakarta Tambah 80 Petugas di 4 Stasiun

PT MRT Jakarta Tambah 80 Petugas di 4 Stasiun
Sejumlah penumpang menaiki kereta MRT pada hari pertama fase operasi secara komersial (berbayar) dari Stasiun MRT Bunderan HI, Jakarta, Senin 1 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Lenny Tristia Tambun / FMB Jumat, 12 April 2019 | 11:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Untuk mengantisipasi jumlah penumpang yang membeludak, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sudah menyiapkan beberapa strategi. Salah satunya adalah menambah 80 petugas yang terdiri dari staf PT MRT Jakarta dan volunter di empat stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

Keempat stasiun tersebut yaitu Stasiun Bunderan Hotel Indonesia (HI), Stasiun Dukuh Atas, Stasiun Blok M dan Stasiun Lebak Bulus.

Direktur Operasional dan Pemeliharan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendi mengatakan keempat stasiun tersebut memiliki tingkat keramaian penumpang yang tinggi dibandingkan delapan stasiun lainnya.

Karena itu, agar seluruh penumpang terlayani dengan baik dan mendapatkan informasi yang benar, maka pihaknya menambah penempatan staf sebanyak 30 orang dan 50 volunteer di empat stasiun tersebut.

“Kita tambah staf dan volunter di empat stasiun-stasiun besar dan ramai. Kita sudah menambah 50 volunter dan 30 staf. Itu empat stasiun yang paling ramai. Yang lain, masih bisa kita tangani,” kata Effendi kepada Beritasatu.com, Jumat (12/4/2019).

Menurutnya, petugas yang ditempatkan per stasiun sekarang ini ada sekitar lima hingga enam staf ditambah dengan petugas keamanan antara 12 hingga 15 orang.

“Jumlah sekuritinya tergantung dengan keramaian penumpang. Kalau stasiunnya tidak ramai ya cukup 12 orang. Kalau stasiunnya ramai seperti empat stasiun ini, jumlah petugas keamanannya 15 orang,” terang Effendi.

Untuk volunter, lanjut Effendi, sudah banyak lembaga atau yayasan atau kelompok masyarakat yang menawarkan diri. Tetapi pihaknya tetap membatasih penerimaan volunteer. Karena sebelum mereka bertugas, harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu.

“Kita latih mereka dulu. karena mereka kan nantinya membantu masyarakat untuk memberikan informasi dan membantu penumpang bisa membeli tiket dengan baik. Volunteer ini bertugas di luar saja untuk membantu masyarakat, seperti untuk menunjukkan arah keluar stasiun,” jelas Effendi.

Selain menambah petugas, pihaknya juga menambah tanda-tanda penunjuk arah dan tanda peringatan lainnya, terutama untuk penggunaan kartu dan tidak membuang sampah sembarangan.

Banner besar dengan tulisan denda membuang sampah Rp 500.000 itu efektif banget. Penumpang jadi sadar. Buktinya, stasiun kita bersih. Jadi kalau pakai tanda dengan banner besar itu harus besar, kalau yang kecil enggak efektif,” ujar Effendi.



Sumber: BeritaSatu.com