Pemindahan Jalur DDT‎, KRL Terlambat

Pemindahan Jalur DDT‎, KRL Terlambat
Penumpang kereta rel listrik (KRL). ( Foto: Antara )
Mikael Niman / JAS Jumat, 12 April 2019 | 11:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - ‎Pengoperasian jalur rel dwiganda (double-double track/DDT) lintas Jatinegara-Cakung, Jumat (12/4/2019), berdampak keterlambatan sejumlah kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi hingga Stasiun Cikarang. Keterlambatan ini dikeluhkan para penumpang yang harus menunggu keberangkatan KRL tujuan Jakarta Kota hingga 1 jam lebih.

"Jadwal KRL Bekasi-Kota jam 07.3‎0 WIB, tapi diberangkatkan jam 08.50 WIB," ujar pengguna KRL dari Stasiun Bekasi, Maya (22), Jumat (12/4/2019).

Keterlambatan keberangkatan KRL ini membuat penumpang menumpuk di Stasiun Bekasi. Keterlambatan KRL ini disebabkan penyesuaian jadwal perjalanan KRL yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) saat pengerjaan pemindahan jalur (switch over) atas pengaktifan jalur rel dwiganda, sejak Kamis (11/4/2019) hingga Jumat (12/4/2019) dini hari.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengatakan masih terjadi kendala operasional KRL di lintas Manggarai-Bekasi hingga Cikarang pada pagi hari ini. Kendala tersebut terkait dengan keterlambatan jadwal KRL sehubungan adanya pengerjaan pemindahan jalur di rel DDT.

"Untuk saat ini, terdapat antrean KRL di Bekasi-Jatinegara sehubungan masih dalam upaya mengurai antrean dampak jalur Jatinegara-Cakung ditutup sementara saat switchover berlangsung," ujar VP Corporate Communications
PT KCI, Anne Purba.

Dia mengatakan, PT KCI melakukan rekayasa pola operasi dengan mengatur sejumlah perjalanan KRL Bogor-Jatinegara‎ hanya sampai Stasiun Kemayoran dan kembali lagi ke Bogor. Sementara perjalanan KRL di lintas Jatinnegara-Cakung diatur secara bergantian. Ini menyebabkan keterlambatan perjalanan KRL.

‎"Untuk mengantisipasi antrean KRL terutama keluar-masuk Stasiun Jatinegara, PT KCI melakukan rekayasa pola operasi dengan mengatur sejumlah perjalanan KRL Bogor-Jatinegara. Sementara di lintas Jatinegara-Cakung KRL diatur berjalan bergantian," tuturnya.

‎Anne menambahkan, meski siang ini masih berdampak pada kelambatan, pengerjaan pemindahan jalur‎ di rel DDT ini merupakan sejarah perkeretaapian karena selesainya bagian pertama dari proyek yang telah dirintis sejak 17 tahun lalu.

"Selanjutnya jika perjalanan telah kembali normal, dan DDT mulai digunakan dan nantinya diselesaikan hingga mencakup Manggarai-Bekasi tentu manfaatnya dapat dirasakan bersama oleh pengguna KRL maupun jenis kereta lainnya," bebernya.



Sumber: Suara Pembaruan