Pelintasan Sebidang di Stasiun Cakung Segera Ditutup

Pelintasan Sebidang di Stasiun Cakung Segera Ditutup
‎Pelintasan sebidang di Jalan Stasiun Cakung, Jakarta Timur, masih beroperasi pada Jumat (12/4/2019). Nantinya, instansi terkait akan menutup secara permanen perlintasan ini. ( Foto: Suara Pembaruan / Mikael Niman )
Mikael Niman / BW Jumat, 12 April 2019 | 13:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pelintasan sebidang di Jalan Stasiun Cakung, Jakarta Timur, hingga Jumat (12/4/2019), masih dilintasi pengendara roda dua maupun roda empat. Rencananya, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten (BTPWJB) Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan akan menutup permanen pelintasan sebidang tersebut.

Penutupan ini dilakukan untuk menjamin keselamatan bagi pengendara maupun operasional kereta rel listrik (KRL) dan kereta jarak jauh atau kereta barang di lokasi itu, menyusul dibukanya rel dwi ganda (double-double track/DDT) lintas Jatinegara-Cakung.

"‎Penutupan dilakukan secara bertahap. Saat ini, ditutup terlebih dahulu di pelintasan sebidang di Pisangan Lama," ujar Humas Satuan Kerja BTPWJB, Danu.

Dia mengatakan, penutupan pelintasan sebidang JPL 66 di Jalan Stasiun Cakung‎, masih menunggu koordinasi dengan instansi terkait.

"Kami masih berkoordinasi dengan aparat setempat ‎termasuk pemda dan polantas untuk mulai dilakukan pembatasan kendaraan yang melintas di pelintasan sebidang Jalan Stasiun Cakung," tuturnya.

Sebelum pelintasan Jalan Stasiun Cakung (JPL 66), pelintasan sebidang JPL 52 di Pisangan ‎Lama, terlebih dahulu sudah ditutup.

Pelintasan sebidang JPL 52 di Pisangan Lama, sejak Kamis (11/4/2019) malam ditutup petugas. "Untuk pelintasan sebidang di Pisangan Lama, kebetulan titik pelintasan dijadikan lokasi pergeseran trek sehingga terhitung Kamis malam, pelintasan ditutup untuk menjaga keamanan pekerja di lokasi tersebut," bebernya.

Untuk itu, kata dia, ‎bagi pengguna kendaraan yang kerap melintas di kedua pelintasan tersebut agar menggunakan beberapa jalan alternatif, seperti flyover Cipinang yang telah dibangun pemerintah daerah.

Selain pengaktifan rel dwi ganda lintas Jatinegara-Cakung, Kementerian Perhubungan juga telah telah menyelesaikan modernisasi lima stasiun yakni Stasiun Klender, Stasiun Klender Baru, Stasiun Buaran, Stasiun Cakung, dan Stasiun Kranji.

Dengan beroperasi, rel dwiganda di lintas Jatinegara-Cakung dan modernisasi lima stasiun akan mendukung terwujudnya target penumpang kereta api perkotaan di wilayah Jabodetabek atau pengguna jasa KRL Commuterline menjadi 1,3 juta orang per hari pada 2019. ‎[160]



Sumber: Suara Pembaruan