Dirintis 17 Tahun Lalu, Rel Dwi Ganda Akhirnya Terwujud

Dirintis 17 Tahun Lalu, Rel Dwi Ganda Akhirnya Terwujud
ā€ˇPengoperasian rel dwi ganda di Stasiun Cakung, Jakarta Timur, telah memisahkan jalur KRL dengan jalur kereta jarak jauh, Jumat (12/4/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Mikael Niman )
Mikael Niman / BW Jumat, 12 April 2019 | 15:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - ‎Satuan Kerja Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten (Satker BTPWJB) Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan‎ berhasil melakukan pemindahan jalur (swicth over) dari rel eksisting ke ke rel dwi ganda (double-double track/DDT).

Dengan begitu, ada pemisahan pelintasan kereta rel listrik (KRL) dengan kereta jarak jauh atau kereta barang di lintas Jatinegara-Cakung.

"Switch over sudah berhasil dilaksanakan tadi pagi. Kereta pertama sudah berhasil melintas dengan normal pukul 05.00 WIB," ujar Humas Satker BTPWJB, Danu, Jumat (12/4/2019).

Dia mengatakan, dampak pemindahan tersebut maka mengakibatkan keterlambatan jadwal pemberangkaran KRL di wilayah timur, mulai dari Stasiun Jatinegara, Stasiun Bekasi hingga Stasiun Cikarang, ‎dikarenakan penyesuaian pola operasi untuk mengurai antrean KRL.

"Keterlambatan pagi ini dikarenakan adanya penyesuaian pola operasi, lalu berimbas pada perjalanan KRL di wilayah timur secara keseluruhan‎," tuturnya.

Dia menambahkan, Satker BTPWJB pada Kamis (11/4/2019) malam melaksanakan pemindahan jalur dan mengaktifkan rel dwi ganda lintas Jatinegara-Cakung.

"Untuk alasan keselamatan dan keperluan teknis pekerjaan switch over tersebut maka akan ada penyesuaian jadwal KRL lintas Jakarta Kota-Bekasi," katanya.

Dengan pengoperasian rel dwi ganda ini, membuat perjalanan KRL terpisah dengan kereta lainnya. Kini, KRL Bekasi-Kota telah memiliki jalur tersendiri di lintas Jatinegara-Cakung. Rel dwi ganda ini baru terealisasi sepanjang 9,5 kilometer untuk menghindari antrean KRL dengan kereta jarak jauh di Stasiun Cipinang.

‎"Dengan adanya pengoperasian rel dwi ganda, yang pada tahap awal ini telah selesai di ruas Jatinegara-Cakung, maka operasional pada lintas tersebut akan terpisah antara KRL dengan kereta-kereta jenis lainnya," imbuhnya.

Dengan begitu, diharapkan operasional KRL Jatinegara-Cakung dapat berjalan lebih lancar. "Proyek DDT terus dikerjakan penyelesaiannya hingga nantinya tersambung mulai dari Manggarai sampai Bekasi dan dapat diperpanjang hingga Cikarang," bebernya.

‎Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan mengaktifkan pengoperasian rel dwi ganda Jumat (12/4), pada titik KM12- KM 21, antara Jatinegara dan Cakung.

Dengan beroperasinya rel dwiganda lintas Jatinegara-Cakung, maka jalur ganda eksisting akan dioperasikan untuk melayani operasional KRL Commuterline Jabodetabek. Sedangkan jalur ganda yang baru akan difungsikan untuk melayani pengoperasian KA Jarak Jauh dan KA lokal.

Kementerian Perhubungan juga telah telah menyelesaikan modernisasi lima stasiun yakni Stasiun Klender, Stasiun Klender Baru, Stasiun Buaran, Stasiun Cakung dan Stasiun Kranji.

Dengan beroperasi, rel dwiganda di lintas Jatinegara-Cakung dan modernisasi lima stasiun akan mendukung terwujudnya target penumpang kereta api perkotaan di wilayah Jabodetabek atau pengguna jasa KRL Commuterline menjadi 1,3 juta orang perhari pada 2019.

VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba,‎ mengatakan pemindahan jalur dwi ganda ini menorehkan sejarah perkeretaapian Indonesia. Selama 17 tahun dirintis, proyek DDT ini telah direalisasikan tahap pertama.

"Switch over DDT ini adalah mencatat sejarah karena proyek ini telah dirintis sejak 17 tahun lalu. Selanjutnya, apabila perjalanan telah normal kembali dan DDT mulai digunakan dan nantinya diselesaikan hingga mencakup Manggarai-Bekasi, tentu manfaatnya dapat dirasakan bersama oleh pengguna KRL maupun jenis kereta lainnya," pungkas Anne.



Sumber: Suara Pembaruan