Palyja Belum Sepakati Head of Agreement

Palyja Belum Sepakati Head of Agreement
Ilustrasi Air Bersih. ( Foto: Google )
Lenny Tristia Tambun / FER Jumat, 12 April 2019 | 17:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Aetra Air Jakarta sudah menandatangani kesepakatan awal (Head of Agreement-HoA) dengan PT PAM Jaya.

Baca Juga: Aetra dan PAM Jaya Tandatangani Kesepakatan Awal

Namun, hal berbeda diambil oleh PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). Operator swasta yang melayani penyediaan dan pelayanan air bersih untuk wilayah Barat DKI Jakarta, belum mencapai kesepakatan dengan PAM Jaya.

Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo, mengatakan, pihaknya masih terus berkoordinasi terkait penandatanganan kesepakatan awal. Pihaknya menargetkan untuk mencapai kesepakatan dengan Palyja dalam waktu dekat.

"Dalam waktu dekat ini kita upayakan akan mencapai kesepakatan dengan Palyja," kata Hernowo, kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Baca Juga: PAM Jaya Ajak Warga Jakarta Hemat Air Bersih

Namun, lanjut Hernowo, apabila tidak tercapai kesepakatan dengan Palyja, pihaknya akan tetap melakukan due diligence (uji tuntas) untuk digunakan sebagai landasan bagi Pemprov DKI dan PAM Jaya mengambil langkah kebijakan yang sesuai.

Sebagaimana diketahui, bahwa sejak tahun 1998, pengelolaan air minum di Jakarta dikelola oleh dua perusahaan swasta, yaitu Aetra untuk wilayah timur DKI Jakarta dan Palyja untuk wilayah barat DKI Jakarta. Semenjak itu, konsesi dipegang oleh swasta dan PAM Jaya berperan sebagai pengawas.

Studi Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum yang dibentuk oleh Gubernur menyimpulkan bahwa kemungkinan kecil bagi mitra swasta untuk mencapai target yang ditetapkan pada awal perjanjian dengan skema perjanjian kerja sama saat ini.

PAM Jaya diminta oleh Pemprov DKI untuk mengambilalih pengelolaan air minum perpipaan di DKI Jakarta untuk memastikan target layanan dasar air minum perpipaan dapat dituntaskan di tahun 2030 dengan akses 100 persen.

Sejalan dengan amanat PBB dalam hal pembangunan yang bekelanjutan (SDG) yang menargetkan 100 persen cakupan layanan pada tahun 2030.



Sumber: BeritaSatu.com