DKI Gelar Sayembara Desain Integrasi Transportasi

DKI Gelar Sayembara Desain Integrasi Transportasi
Gubernur DKI, Anies Baswedan memberikan sambutan dalam acara Penjurian Final sayembara desain Prasaraba Integrasi Transportasi di Simpang CSW di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (15/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Senin, 15 April 2019 | 16:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menggelar sayembara desain Prasarana Integrasi Transportasi di Simpang CSW. Dan hari ini, dilakukan penjurian final untuk menentukan tiga pemenang.

Direktur Utama (Dirut) PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Agung Wicaksono, mengatakan, penyelenggara sayembara desain ini merupakan keterlibatan masyarakat terhadap pembangunan transportasi publik di Jakarta yang terintegrasi antar moda.

"Titik simpang CSW ini yang ada kantor Asean adalah salah satu contoh perlu dilakukannya integrasi. Dan belum dilakukan integrasi di kawasan ini," kata Agung Wicaksono dalam acara Penjurian Final Sayembara Desain Prasarana Integrasi Transportasi di Simpang CSW di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Baca Juga: Nasdem DKI Minta Anies Tidak Salahkan Masyarakat

Pendaftaran sayembara telah dilakukan pada 6-14 Februari 2019. Terdapat 25 karya yang didaftarkan dalam sayembara ini. Kemudian dari jumlah tersebut, terpilih 10 karya.

"Pada tanggal 26 Maret 2019, terpilih 5 karya yang berhak mengikuti seleksi akhir yang dilakukan hari ini. Banyaknya peserta yang mendaftar, menandakan animo yang besar dari para pakar dan arsitek," terang Agung Wicaksono.

Hadiah yang disediakan berupa uang senilai Rp 160 juta untuk juara pertama. Lalu Rp 40 juta untuk hadiah kedua dan Rp 20 juta untuk juara ketiga. Tidak hanya itu, pemenang pertama harus menuangkan karyanya dengan menyusun design engineering detail (DED).

"Pemenang pertama punya kewajiban membuat DED yang ditargetkan selesai pada akhir bulan Mei 2019. Setelah itu, kita akan buatkan desain untuk pengadaan konstruksi fisiknya. Kami targetkan dalam waktu 120 hari, pembangunan prasarana ini selesai. Sehingga di tahun ini juga integrasi antara Transjakarta dan MRT dapat terjadi," papar Agung Wisaksono.

Baca Juga: DKI Nilai PT MRT Jakarta Belum Siap Bangun TOD

Dalam acara yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, dalam membangun sebuah infrastruktur harus ada pesan yang disampaikan kepada masyarakat. Sehingga perjalanan mereka harus menjadi pengalaman unik, tidak hanya menjadi rutinitas biasa.

"Harapan kita, prasarana ini dapat menjadi salah satu tempat bagi masyarakat Jakarta, Indonesia dan Internasional akan menyaksikan integrasi moda transportasi publik di Jakarta," kata Anies Baswedan.

Sebab, lanjut Anies, di perempatan CSW ini ada kantor Asean yang setiap tahunnya menggelar 1.600 pertemuan. Diantaranya, 500-600 pertemuan dilaksanakan di Jakarta.

"Dengan adanya MRT Jakarta, mereka bisa nginep di hotel-hotel sepanjang Sudirman-Thamrin. Maka, simpang CSW ini akan menjadi satu ikon yang akan dilihat secara rutin bukan hanya oleh warga Jakarta, tetapi juga oleh dunia internasional,” ujar Anies Baswedan.

Dalam kesempatan itu, Anies memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti sayembara ini. Keikutsertaan mereka, memberikan arti mau terlibat dalam tanggung jawab moral untuk menjadikan Ibu Kota Negara Indonesia tampak lebih baik lagi.



Sumber: BeritaSatu.com